Terkait Temuan Sampah Plastik Impor di Jatim, Khofifah Sebut Sudah Koordinasi dengan Menko Maritim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap ada aturan tegas dari pemerintah pusat terkait impor sampah plastik.

Terkait Temuan Sampah Plastik Impor di Jatim, Khofifah Sebut Sudah Koordinasi dengan Menko Maritim
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat ditemui seusai Salat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (5/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap ada aturan tegas dari pemerintah pusat terkait impor sampah plastik.

Hal ini terkait adanya temuan terkait timbunan sampah plastik di Jawa Timur belakangan ini.

Timbunan sampah plastik yang ternyata berasal dari luar negeri ditemukan di Kabupaten Mojokerto.

Sampah plastik yang menjadi temuan adalah sampah food packaging, kertas, hingga uang kertas.

Mengintip Rest Area Nyaman di Terminal Kertajaya, Mojokerto, Ada Mainan Hingga Snack Gratis

Permudah Pengawasan, Gubernur Khofifah Usulkan Anak Perusahaan BUMD Tak Lagi Bentuk Cucu BUMD

Khofifah mengatakan, sebelum Lebaran Idulfitri 1440 H, pihaknya sudah merapatkan hal ini dengan Menko Maritim, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dari rapat tersebut ditemukan ada celah dalam regulasi impor yang akhirnya bisa meloloskan adanya impor sampah plastik ke Indonesia, khususnya Jawa Timur.

"Jelang Lebaran kemarin kami rapat bersama Menko Maritim, Dinas Linkungan Hidup dan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga ada Kementerian Perdagangan. Ada hal yang memang bermasalah, bahwa regulasi Permendag yang harus direvisi karena menyebabkan multitafsir," kata Khofifah saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (11/6/2019)

Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD

Kunjungan Wisman ke Jawa Timur Turun di Bulan April Versi BPS, Ini Tanggapan Disbudpar Jatim

Khofifah menjelaskan, adanya temuan impor sampah plastik di Jawa Timur yang sempat mencuat sejatinya adalah bahan baku untuk pembuatan kertas yang ternyata di dalamnya ditemukan kandungan plastik.

Hal tersebut menjadi masalah lantaran ditemukan kandungan plastik dari bahan kertas yang diimpor.

"Saat rapat masalah ini sudah terurai. Jadi surveyornya harus lebih teliti dan tegas, dan memberikan punishment (hukuman) saat barang yang diimpor ternyata tidak sesuai dengan nota impor yang diizinkan," ucap Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved