Tiongkok Lirik Jawa Timur untuk Didirikan Diagnostic Center

Jatim disebut tengah dilirik investor dari Tiongkok untuk mendirikan Diagnostic Center. Bila Jadi, Fasilitas ini akan jadi yang Pertama di Indonesia

Tiongkok Lirik Jawa Timur untuk Didirikan Diagnostic Center
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat wawancara dengan media, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jawa Timur disebut tengah dilirik investor dari Tiongkok untuk mendirikan Diagnostic Center.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah menerima investor dari Tiongkok, Selasa (11/6/2019).

Jika terealisasi, Khofifah mengatakan Diagnostic Center ini bakal menjadi yang pertama di Jawa Timur dan di Indonesia.

"Mereka dari Tiongkok bersama beberapa elemen datang ke Grahadi dan menyampaikan bahwa mereka ingin memberikan support untuk pembangunan di Jawa Timur, salah satunya Diagnostic Center," kata Khofifah pada media.

(Bupati Pamekasan Ajak Warganya yang Sukses Merantau untuk Berinvestasi di Tanah Kelahiran)

Gubernur Khofifah mengatakan, calon investor yang datang ke Grahadi itu adalah salah satu dari lima perusahaan terbesar di dunia yang berkantor di Tiongkok.

Dalam pembicaraan bersama stakeholder Pemprov Jawa Timur, Gubernur Khofifah menyebut mereka memberikan penawaran format Diagnostic Center yang biayanya lebih murah.

Namun tetap didukung dengan perangkat alat kesehatan yang sudah teruji di tingkat dunia.

"Mereka menawarkan Diagnostic Center yang menggunakan alat yang sudah di approve dari negara yang sudah menerapkan. Tapi kalau kita kan harus tetap dapat approve dari Kemenkes," ucap Gubernur Khofifah.

Meski sudah melakukan diskusi panjang dengan pihak investor, namun Khofifah menyebut bahwa masih harus ada pembicaraan lebih detail.

Karena saat ini pembicaraan tersebut masih tahap awal.

(Gus Ipul Silaturahmi Dengan Gubernur Khofifah di Grahadi Surabaya, Curhat Revitalisasi Makam)

Kedatangan mereka ke Jawa Timur baru tahap untuk mencocokkan program dan juga planning dengan perkembangan di Provinsi Jawa Timur. Sehingga ke depan dimungkinkan masih akan ada pembicaraan lebih lanjut.

"Mereka sampaikan akan menggunakan paramedis dan tenaga medis lokal. Sehingga nanti mereka akan dilatih dulu. Pembicaraan ini masih awal. Namun kalau jadi, ini akan jadi yang pertama di Indonesia," kata Gubernur Khofifah.

Khofifah menyambut baik keinginan investor yang ingin ikut membangun Jawa Timur.

Namun ia mengaku masih akan menbicarakan lebih lanjur terkait detail perencanaan dan studinya ke depan.

Reporter: SUrya/Fatimatuz zahroh

(Ada Temuan Sampah Plastik Impor di Jatim, Khofifah Koordinasi Menko Maritim: Regulasi Perlu Direvisi)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved