Harga Sewa Aset Pemkot Malang Bakal Dinaikkan Hingga 300 Persen

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menaikkan nilai sewa aset hingga 300 persen.

Harga Sewa Aset Pemkot Malang Bakal Dinaikkan Hingga 300 Persen
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Ketua TP PKK Kota Malang meninjau produk fesyen di stan Rumah Solusi dalam Pasar Murah Ramadan yang digelar Pemkot Malang di depan Kantor PKK Kota Malang hingga area parkir Stadion Gajayana Malang, Senin (27/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menaikkan nilai sewa aset hingga 300 persen.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan nilai atau tarif sewa aset milik Pemkot Malang saat kepada swasta saat ini cukup kecil dan tidak mengikuti harga di pasaran. Kenaikan tarif sewa aset itu dipilih sebagai upaya menggenjot PAD Kota Malang.

"Penentuan tarif sewa lahan dan aset itu kan sudah dulu sebelum ada kenaikan di pasaran. Jadi saat ini harus disesuaikan. Tadi ada usul naik 300 persen," kata Sutiaji ketika ditemui di DPRD Kota Malang, Rabu (12/6/2019).

Ia menambahkan Pemkot Malang akan segera menginventarisir aset sambil merevisi regulasi besaran tarif lama. Penyesuaian tarif akan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi, luas aset dan kenaikan harga pasaran.

"Saya kira tidak perlu kalau gedung (untuk dinaikkan). Tapi yang lahan-lahan itu," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, anggota komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief, mendukung rencana menaikkan harga sewa aset milik Pemkot Malang untuk menggenjot PAD. Namun kata dia, kenaikan tarif sewa aset harus disesuaikan secara profesional dan objektif.

Mengintip Kamar Khirani Trihatmodjo Putri Mayangsari, Dominan Ungu dan Megah Gaya Amerika-Klasik

Polda Jatim Kirim 1.200 Pasukan ke Jakarta, Amankan Jalannya Sidang Pertama Sengketa Pilpres 2019

Kini Ada Pelayanan Publik Mandiri, Warga Banyuwangi Bisa Urus Dokumen Tanpa Bertemu Petugas

"Saya kira memang nilai sewa aset Pemkot selama ini kecil sekali. Sehingga sewa lahan atau bangunan aset Pemkot harus disesuaikan dengan harga di pasaran," kata Dito kepada Tribunjatim.com.

Dito mengatakan rencana menaikkan tarif aset sebesar 300 persen atau tiga kali lipat juga dinilai kecil.

"Kecil mbak klo cuma naiknya 3 kali lipat," kata Dito.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved