Mayat Tepi Rel Ternyata Warga Tempurejo

Mayat yang ditemukan di areal persawahan pinggir rel kereta api di Kecamatan Kaliwates rupanya warga Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, Jember.

Mayat Tepi Rel Ternyata Warga Tempurejo
alazharpeduli
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Mayat yang ditemukan di areal persawahan pinggir rel kereta api di Kecamatan Kaliwates rupanya warga Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember.

Lelaki itu diketahui bernama Ahmad Sururil Huda (18), warga Dusun Kraton RT 001 RW 003 Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo.

Jenazah Huda juga sudah diambil oleh pihak desa. Pemakaman Huda dilakukan Selasa (11/6/2019) malam. Kapolsek Kaliwates Kompol Supadi membenarkan identitas tersebut.

"Betul atas nama Huda, warga Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo," ujar Supadi kepada Surya, Rabu (13/6/2019).

Dari hasil pemeriksaan, diduga Huda tewas setelah terserempet kereta api. Di tubuh Huda ditemukan luka memar di punggung.

"Diduga terserempet kereta api dan terjatuh di persawahan itu," imbuh Supadi kepada Tribunjatim.com.

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi penemuan mayat, lelaki itu beberapa kali terlihat di kawasan tersebut. Namun warga sekitar tidak mengenal nama lelaki itu.

Mayat Laki-Laki Ditemukan di Kaliwates Jember Samping Rel Kereta Api

Yunarto Wijaya Maafkan Kivlan Zen yang Diduga Ingin Membunuhnya, Petik Pelajaran Tentang Kasih

Tersandung Skandal Dugaan Beli Narkoba, B.I Eks iKON akan Dihilangkan dari Law Of The Jungle

Sementara itu, Kepala Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Sugeng Priyadi membenarkan jika jenazah itu merupakan warga desanya. Sugeng mengaku mendapatkan informasi dari sejumlah anggota Info Warga Jember (IWJ).

"Beberapa anggota IWJ kan juga ada yang berasal dari Wonoasri, terus melihat foto yang beredar, akhirnya bisa kami kenali jika dia adalah Huda, warga kami," ujar Sugeng.

Setelah mendapatkan informasi itu, Sugeng mengumpulkan keluarga HUda yang ada di Wonoasri. Meskipun berasal dari Wonoasri, Huda tidak lagi memiliki keluarga inti.

Keberadaan bapak dan ibunya tidak diketahui. Sugeng hanya mengetahui ayah Huda sudah meninggal dunia, dan ibunya ada di luar Pulau Jawa.

"Ayahnya sudah meninggal dunia katanya, tapi nggak tahu meninggal dimana. Ibunya juga ada di luar pulau sepertinya. Yang di sini hanya ada beberapa keluarga jauh. Namun sudah saya kumpulkan, dan bersepakat jika Huda diurusi oleh desa," imbuh Sugeng kepada Tribunjatim.com.

Akhirnya pihak Pemerintahan Desa Wonoasri mengurusi pemulangan jenazah Huda dari Kamar Mayat RSD dr Soebandi Jember. Pihak desa juga mengurusi pemakamannya di TPU desa setempat.

"Semalam sudah kami makamkan secara swadaya. Anak ini memang sering keluar dari rumah, ada gangguan kejiwaan dan sebenarnya sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial. Tapi ya begitu, tiba-tiba anaknya pergi," imbuh Sugeng.

Pihak keluarga hanya mengetahui jika Huda sudah keluar dari rumah keluarga di Wonoasri sejak akhir Mei lalu. Keluarga tidak mengetahui keberadaannya sampai ada kabar tentang orang meninggal dunia di tepi rel kereta api di Kecamatan Kaliwates, Selasa (11/6/2019). Jarak Desa Wonoasri dengan lokasi penemuan mayat terbilang jauh sekitar 35 kilometer. (Sri Wahyunik/Tribunajatim)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved