Menilik Bisnis Pemotretan dan Videografi Haathee Surabaya, Layanan Bersahabat Ala Gajah

Rahuel Evan Christian, menyajikan layanan pembuatan foto dan video pernikahan dengan arahan bersahabat dan munculkan foto sarat emosi Paling Murni

Menilik Bisnis Pemotretan dan Videografi Haathee Surabaya, Layanan Bersahabat Ala Gajah
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Rahuel Evan Christian, founder bisnis Foto dan Videografi Haathee. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pernikahan merupakan acara sakral bagi setiap pasangan. Untuk itu, dokumentasi berupa foto dan video tak boleh dilewatkan untuk mengabadikan momen terssebut selamanya.

Saat ini, penyedia jasa foto dan video pernikahan tampaknya tak sulit ditemukan, Haathee adalah salah satunya.

Yang menarik, usaha milik mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra punya cara kerja layaknya gajah bagi pasangan yang akan menikah.

Rahuel Evan Christian, founder Haathee menyampaikan, Haathee diambil dari Bahasa India yang artinya gajah.

(Gwen Priscilla Eks Mahadewi Nikahi Mantan Suami Diana Pungky, Baru Saja Selesaikan S2 Bisnis)

Pria yang akrab disapa Huel itu menyebut, secara filosofi, Gajah adalah binatang yang memiliki emosi sangat dalam, juga merupakan teman yang setia.

"Mengambil dari filosofinya, Haathee akan senantiasa seperti Gajah, menjadi teman bagi setiap pasangan (klien), supaya mereka merasa nyaman dalam proses pengambilan gambar," ujar Huel.

Perasaan nyaman itu, imbuhnya, akan diekstraksi menjadi emosi paling murni dan momen abadi.

Menurutnya, kedalaman perasaan dari setiap pasangan yang menikah adalah sesuatu yang paling penting untuk diabadikan.

Berdasarkan pengalamannya, kedalaman tersebut akan muncul apabila seorang fotografer dan pasangan tidak bersikap sebatas vendor dan klien.

(Gemar Desain Produk, Alumnus Industri Kreatif Ubaya Kembangkan Bisnis Tote Bag Lukis Wayang Potehi)

"Karena tidak semua orang itu nyaman diarahkan untuk foto. Jadi saat pemotretan, apalagi pre wedding, untuk kami yang terpenting mereka nyaman dengan kehadiran kami dan nggak canggung mengekspresikan diri dan perasaan mereka satu sama lain," papar Huel.

Dalam pemotretan, Haathee cenderung less directing. Arahan gaya hanya bersifat sebagai pemancing, supaya para pasangan dapat menjadi diri sendiri.

"Jadi kadang kami kasih arahan pancingan, kayak pelukan atau forehead to forehead, terus mereka kami minta ngobrol biasa, selanjutnya bebas. Nah dari ngobrol-ngobrol itu, nanti akan muncul emosi yang nyata dari setiap pasangan," jelasnya.

Menurut Huel, tidak ada yang lebih menyenangkan dan memuaskan selain memfilmkan emosi nyata dari setiap perjalanan cinta, juga koneksi yang murni dari pasangan yang dipotretnya.

(Bisnis Mukena Rp 3,5 Juta Syahrini Sukses, Istri Reino Kabur saat Bahas Sindiran Pajak Rp 1,75 M)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved