Rekam Jejak Habil Marati, Donatur Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional, Total Hartanya Rp 47 M

Inilah rekam jejak Habil Marati yang ternyata eks manajer PSSI dan Wakil Ketua DPRD I Sumut

Rekam Jejak Habil Marati, Donatur Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional, Total Hartanya Rp 47 M
Tribun Timur
Habil Marati, terduga donatur para eksekutor kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 

TRIBUNJATIM.COM - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati ditangkap pihak kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Sedangkan, keempat tokoh nasional yang dijadikan target pembunuhan, yaitu Menko Polhukam Wiranto, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Menko Kematiriman Luhut Binsar Panjaitan.

Sementara, satu pemimpin lembaga survei yang juga menjadi target. Dialah Yunarto Wijaya, Direktur Esekutif Charta Politika Indonesia.

Mengenal Habil Marati yang Diduga Donatur Pembunuhan 5 Jenderal, Pernah Urus PSSI Tapi Dipecat

Habil Marati diduga sebagai donatur pembelian senjata untuk eksekusi tokoh nasional, sehingga polisi menangkap Habil Marati tepat di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Kemudian, uang tersebut diberikan Kivlan Zein kepada eksekutor untuk membeli senjata api dan operasional rencana pembunuhan.

"Tersangka selanjutnya adalah HM, seorang laki-laki beralamat di Jalan Metro Kencana Kelurahan Pondok Pinang. Ditangkap di rumahnya," kata kata Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Uang yang diberikan oleh Habil Marati sebesar 15.000 dolar Singapura atau senilai Rp 150 juta.

Diketahui, Habil Marati memberikan uang kepada Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Kivlan Zen yang kemudian digunakan untuk pembelian senjata api.

"Maksud tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," lanjut Ade.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved