BPN Minta MK Berhentikan Komisioner KPU, Arief Budiman Ketua KPU RI Berikan Tanggapan

Ketua KPU RI Arief Budiman menanggapi gugatan BPN Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang meminta Mahkamah Konstitusi

BPN Minta MK Berhentikan Komisioner KPU, Arief Budiman Ketua KPU RI Berikan Tanggapan
sofyan arif candra /Tribunjatim
Ketua KPU RI, Arief Budiman saat Ditemui usai Pelantikan Anggota KPU dari 36 kabupaten/kota di Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua KPU RI Arief Budiman menanggapi gugatan BPN Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang meminta Mahkamah Konstitusi memberhentikan seluruh komisioner KPU.

Tuntutan itu dimasukkan dalam laporan sengketa Pilpres 2019 atau gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Menurut Arief tuntutan tersebut sah-sah saja, namun sebenarnya lembaga yang lebih tepat adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Kan sudah ada lembaga yang memproses soal itu, silakan diadukan kalau soal kinerja kita baik atau tidak melanggar etik atau tidak, itu ranahnya DKPP," ucap Arief, Kamis (13/6/2019).

Ketua KPU RI Ungkap Jatim Menjadi Salah Satu Sorotan Sidang PHPU di MK

Dilaporkan Atas Tuduhan Lakukan Pelecehan Seksual, Advokat Surabaya Ini Bantah Korban Alami Syok

15 Guru Swasta Wadul Dewan Tolak Berdirinya Sekolah Negeri Baru di Driyorejo Gresik

Sedangkan laporan yang ditujukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah lebih ke hasil Pemilu.

"Kalau di MK mempersoalkan apakah hasil Pemilu yang yang ditetapkan KPU sudah benar atau tidak," lanjutnya.

Namun begitu, Arief tetap menghormati  tuntutan BPN Prabowo-Sandiaga ke MK tersebut.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved