Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Minta MK Berhentikan Komisioner KPU, Ketua KPU RI Beri Tanggapan: Sah-Sah Saja

Ketua KPU RI Arief Budiman menanggapi gugatan BPN Prabowo-Sandi yang meminta Mahkamah Konstitusi memberhentikan seluruh komisioner KPU.

BPN Prabowo-Sandi Minta MK Berhentikan Komisioner KPU, Ketua KPU RI Beri Tanggapan: Sah-Sah Saja
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ketua KPU RI, Arief Budiman. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua KPU RI Arief Budiman menanggapi gugatan BPN Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang meminta Mahkamah Konstitusi memberhentikan seluruh komisioner KPU.

Tuntutan itu dimasukkan dalam laporan sengketa Pilpres 2019 atau gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Menurut Arief tuntutan tersebut sah-sah saja, namun sebenarnya lembaga yang lebih tepat adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Besok Sidang Sengketa Pilpres 2019, WhatsApp & Medsos akan Kembali Dibatasi? Ini Penjelasan Kominfo!

Imbauan Wali Kota Sutiaji ke Warga Soal Sidang Sengketa Pilpres 2019: Tak Perlu Datang ke Jakarta

"Kan sudah ada lembaga yang memproses soal itu, silakan diadukan kalau soal kinerja kita baik atau tidak melanggar etik atau tidak, itu ranahnya DKPP," ucap Arief Budiman, Kamis (13/6/2019).

Sedangkan laporan yang ditujukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah lebih ke hasil Pemilu 2019.

"Kalau di MK mempersoalkan apakah hasil Pemilu yang yang ditetapkan KPU sudah benar atau tidak," lanjutnya.

Namun begitu, Arief tetap menghormati  tuntutan BPN Prabowo-Sandi ke MK tersebut.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved