Diduga Lakukan Penipuan, Caleg Partai Nasdem Disidangkan di PN Gresik, Warga Gelar Unjuk Rasa

Sidang perdana terdakwa Mahmud (54), calon DPRD Gresik dari Partai Nasdem diwarnai unjuk rasa dari masyarakat.

Diduga Lakukan Penipuan, Caleg Partai Nasdem Disidangkan di PN Gresik, Warga Gelar Unjuk Rasa
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Massa peduli tanah dari warga Kecamatan Manyar unjuk rasa mendukung kinerja PN Gresik agar memberikan hukuman setimpal pada mavia tanah, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sidang perdana terdakwa Mahmud (54), calon DPRD Gresik dari Partai Nasdem diwarnai unjuk rasa dari masyarakat.

Warga meminta agar kasus mafia tanah di Gresik diberi hukuman yang setimpal. Sebab, terdakwa diduga melakukan penipuan saat jual beli tanah.

Caleg terpilih dari Partai Nasdem didakwa melakukan dugaan penipuan dan penggelapan dokumen jual beli tanah di wilayah Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

15 Guru Swasta Wadul Dewan Tolak Berdirinya Sekolah Negeri Baru di Driyorejo Gresik

Berkas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Lila Yurifa Prihasi mengatakan bahwa terdakwa diduga telah melakukan penipuan terhadap perusahaan PT Bangun Sarana Baja sebesar puluhan miliar.

"Terdakwa dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan," kata Lila, Kamis (13/6/2019).

Dari sidang tersebut, terdakwa Mahmud ada yang keberatan sehingga kuasa hukum terdakwa untuk menyiapkan esepsi.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa Michael Harianto mengatakan bahwa dakwaan yang dibacakan JPU tidak lengkap.

Kasus OTT di BPPKAD Gresik, Pejabat Potong Insentif Pegawai untuk Dibagi-bagi Hingga Wisata

"Berkas dakwaan yang dibacakan jaksa tidak menjelaskan seluruh kronologis yang dialami kliennya. Oleh sebab itu, pihaknya tidak mau menerima. Kami akan sampaikan keberatan kami pada sidang selanjutnya,” kata Michael.

Hal yang membuat ganjal yaitu seharusnya kasus kliennya merupakan perkara perkara perdata. "Bukan pidana. Sebab, antara kliennya dengan PT BSB ada perjanjian kerjasama. Ini yang harus dijelaskan demi menegakkan hukum,” ungkapnya.

Sementara di depan Kantor PN Gresik, warga Kecamatan Manyar, Gresik menggelar aksi menuntut agar mavia tanah diberi hukuman setimpal. Dengan membawa spanduk dengan tulisan warga siap mengawal persidangan kasus yang diduga dilakukan mafia tanah.

"Kami minta mafia tanah diberi hukuman yang seberat-beratnya, sebab sudah meresahkan masyarakat," kata Sugiono, koordinator aksi.

Massa akhirnya membubarkan diri setelah ditemui humas PN Gresik. Massa dijelaskan bahwa hakim akan kerja sebaik mungkin untuk membuktikan kasus tersebut.

(ugy/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved