Pemkab Banyuwangi Beri Reward Khusus Bagi Puskesmas yang Jadi Mal Orang Sehat

Pemkab Banyuwangi makin gencar mendorong langgam gerak Puskesmas menjadi ”mal orang sehat”.

Pemkab Banyuwangi Beri Reward Khusus Bagi Puskesmas yang Jadi Mal Orang Sehat
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat beri reward Puskesmas 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi makin gencar mendorong langgam gerak Puskesmas menjadi ”mal orang sehat”.

Puskesmas didorong mengubah paradigma pengelolaan kesehatan dari ”paradigma sakit” menuju ”paradigma sehat”.

”Puskesmas harus menjadi mal orang sehat. Jadi orang ke Puskesmas bukan hanya pas sakit, tapi juga ketika sehat agar terus sehat,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (13/6/2019).

Selama ini, lanjut Anas, paradigma pengelolaan kesehatan masih ”paradigma sakit”. Hal itu termasuk didorong kebiasaan warga yang baru ke fasilitas layanan kesehatan hanya ketika sakit saja.

Sehingga anggaran banyak tertuju ke pelayanan rujukan yang berorientasi ke pengobatan, bukan pencegahan.

”Anggaran ke pelayanan rujukan itu penting, seperti fasilitas di rumah sakit. Banyuwangi juga telah meningkatkan tipe rumah sakit daerahnya ke tipe B dengan alat yang terus dilengkapi. Tapi yang tidak kalah penting adalah preventif, pencegahan, promosi kesehatan. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com.

”Padahal, berapa pun anggaran disiapkan, baik lewat BPJS, jaminan kesehatan daerah, atau skema lainnya, tetap akan kurang jika promotif-preventif kesehatan tidak diperhatikan,” imbuhnya.

Anas mengatakan, saat ini, penyebab kematian terbesar adalah penyakit tidak menular, seperti darah tinggi, stroke, jantung, yang mayoritas semua itu berawal dari pola hidup tidak sehat.

Kapal Perang Ini Akan Jadi Ikon Destinasi Museum Maritim di Kenjeran Surabaya, Ada Resto dan Cafe

Lampu PJU Damar Kurung jadi Ikon Gresik, Kini Tak Terurus

Kemarahan Soekarno Saat Soeharto Langgar Perintahnya, Suasana Berubah Tegang, Cikal Bakal Kudeta?

”Artinya apa? Artinya orang tidak peka hidup sehat, artinya kita gagal mempromosikan gaya hidup sehat. Itu kesalahan kita semua, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya Abdullah Azwar Anas.

Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi menyiapkan reward khusus bagi Puskesmas yang mampu berinovasi menarik orang sehat untuk datang ke Puskesmas, baik untuk konsultasi gizi, tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, kesehatan jiwa, sanitasi, dan sebagainya.

Anas pun mengunggah di akun Instagram-nya, @azwaranas.a3, tentang aktivitas Puskesmas sebagai mal orang sehat.

”Sebagai contoh ini di Puskesmas Jajag, tiap hari rata-rata 20 orang datang untuk konsultasi kesehatan. Kalau tiap hari ada 20 orang konsultasi, sebulan 25 hari kerja ada 500 orang, dikali 45 Puskesmas di Banyuwangi, maka 22.500 orang per bulan lakukan konsultasi kesehatan. Bayangkan dampak positifnya bagi kesehatan masyarakat,” tulis Anas di Instagram saat mengunggah video aktivitas di Puskesmas Jajag.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jajag Banyuwangi dr Yos Hermawan mengatakan, rata-rata warga yang datang berkonsultasi terkait kesehatan lingkungan.

”Kami juga proaktif. Misalnya, ada pengantar orang sakit yang kita cermati kok dia itu kelebihan berat badan, maka kami tawarkan konsultasi gizi sekaligus kami cek kondisi gula darah,” jelas Yos.

”Kami juga banyak menggelar konsultasi preventif, semacam pembinaan kesehatan di luar Puskesmas dengan mendatangi pengajian, arisan warga, pertemuan di Balai Desa, tempat ibadah, dan sebagainya,” pungkas Yos. (haorrahman/Tribunjatim)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved