Petani Garam di Sampang Mulai Garap Tambak, Resah Harga Jadi Turun Karena Produksi Berlimpah

Petani Garam di Sampang Mulai Garap Tambak, Resah Harga Jadi Turun Karena Produksi Berlimpah.

Petani Garam di Sampang Mulai Garap Tambak, Resah Harga Jadi Turun Karena Produksi Berlimpah
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Petani garam di Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang mulai menggarap tambaknya, Kamis (13/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Para petani garam di Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang mulai menggarap tambaknya untuk bertani.

Tampak dua orang petani beraktivitas di bawah terik matahari, mereka mengganti air tambak lama dengan air yang baru.

Tahun Ajaran Baru 2019/2020, Siswa SMA/SMK Negeri di Sampang Bakal Dapat Seragam Sekolah Gratis 

Ikut Lempar Batu di Mapolsek Tambelangan Sampang, 3 Pria Ini Akhirnya Diciduk Polda Jatim

Ini 3 Nama Baru yang Akan Mengisi Kursi Anggota Komisioner KPU Kabupaten Sampangdi Periode 2019/2024

Saat ditemui salah satu petani Abdul Hamid, mengatakan saat memasuki kemarau seperti saat ini akan mudah menghasilkan garam sehingga produksi garam meningkat.

Namun pihaknya mengaku khawatir saat ini harga garam malah menjadi tidak bersahabat.

"Di kwatirkan dengan kondisi seperti itu malah menjadi sebab harga garam menjadi rendah karena banyaknya stok garam," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (13/6/2019).

Apalagi dalam beberapa bulan ke depan harga akan semakin turun, sehingga pihaknya merugi karena pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran.

"Di beberapa bulan ke depan harga menjadi turun kadang Rp. 10.000/sak, sebelumnya saat awal musim kisaran Rp. 60.000 - Rp. 70.000/sak," katanya.

Sedangkan saat musim panen, pihaknya memerlukan beberapa pekerja untuk mengangkat atau memanen garam.

Tidak tanggung-tanggung pria yang sering di sapa Pak Dul itu memerlukan pekerja hingga puluhan orang.

"Saat melakukan beberapa tahap panen saya memerlukan tenaga kerja sebanyak 10-15 orang," tututnya.

Kemudian honor atau bayaran setiap pekerjanya sebesar Rp 65.000 per orang.

Biaya transportasi untuk mengangkut garam yang biasanya memakai truk harganya bervariasi karena tegantung atau menyesuaikan jarak lokasi.

"Untuk membayar truk bervariasi, tergantung lokasi, biasanya Rp 70.000 - Rp 100.000," tutupnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved