Tradisi Arak Gundukan Kupat di Lamongan, Ingatkan Masyarakat Cara Raden Rahmat Kembangkan Islam

Satu lagi tradisi unik saat hari raya kupatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang masih dipertahankan sejak empat tahun terakhir ini.

Tradisi Arak Gundukan Kupat di Lamongan, Ingatkan Masyarakat Cara Raden Rahmat Kembangkan Islam
surya/Hanif Manshuri
Diantara arak - arakan gundukan ketupat, diantaranya yang menyerupai menara masjid untuk mengingatkan masyarakat cara Raden Rahmat mengembangkan Islam, Kamis (13/6/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Satu lagi tradisi unik saat hari raya kupatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang masih dipertahankan sejak empat tahun terakhir ini.

Prosesi memikul dan mengarak gundukan kupat yang disusun menyerupai menara masjid diarak dalam rangka mempertahankan tradisi.

Tradisi ini baru digaungkan selama 4 tahun belakangan, adalah mengaktualisasikan cara dakwah Raden Nur Rahmat atau yang biasa disapa Sendang Duwor dalam menyebarkan agama Islam di wilayah pesisir pantai utara laut Jawa.

Terungkap, dahulunya Raden Nur Rahmat diberi amanah untuk merawat dua buah masjid oleh Mbok Rondo Mantingan.

Masjid tersebut bisa menjadi milik Raden Nur Rahmat asal dalam hitungan satu hari Rahmat harus sudah pindah dari tempat asal. "Jadi di titik ini Tanjung kodok ini dahulunya ada dua masjid dan diangkut oleh Raden Nur Rahmat ke atas atau di sendang suwir," ungkap Camat Paciran, Fadheli Purwanto kepada Surya.co.id diacara yang digelar, Kamis (13/6/2019) di Tanjung Kodok Paciran.

Raden Nur Rahmat berhasil mengemban amanat dengan kelebihannya, ia bisa memenangkan sayembara tersebut.

Masjid-masjid yang diamanahkan oleh Mbok Rondo Mantingan berhasil ia pindahkan ke atas.

Nasib Rika Callebaut, Si Artis Peran ART setelah Dinikahi Keluarga Cendana, Lihat Wajah Anaknya Kini

Jaksa Geledah Kantor YKP dan PT Yekape Surabaya Terkait Kasus Korupsi, Langsung Cekal 5 Pengurusnya

Raffi Ahmad Tanya Kesan saat Bertemu Ashanty Pertama Kali, Anang Hermansyah: Biasa Saja

 

Dan yang mengusung masjid naik ke atas adalah beberapa ekor katak.

"Jadi ceritanya kawanan katak-katak itulah yang membawa masjid itu naik ke gunung Sendang Duwur," katanya kepada Tribunjatim.com.

Itu tarih (sejarah, red) Islam yang terjadi di bumi Paciran Lamongan dan yang diperingati masyarakat.
Sebelumnya masyarakat Paciran dan sekitarnya dalam merayakan hari raya kupatan dilakukan secara sendiri-sendiri.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved