Rumah Politik Jatim

Komunikasi Dengan Risma Tersendat, PDIP Surabaya 'Kapok' Usung Figur Luar Partai di Pilwali 2020

Pengalaman Komunikasi Risma & Partai Tersendat, PDIP Surabaya 'Kapok' Usung Figur Luar di Pilwali 2020.

Komunikasi Dengan Risma Tersendat, PDIP Surabaya 'Kapok' Usung Figur Luar Partai di Pilwali 2020
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditemui seusai meremikan Jalan Merr Gunung Anyar, Kamis (30/5/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC PDI Perjuangan Surabaya, Sukadar mengimbau agar semua elemen PDIP menjalin komunikasi yang baik jelang Pilwali Surabaya 2020.

Termasuk siapa-siapa saja calon yang berpotensi atau dimunculkan menjadi calon wali kota (Cawali) Surabaya nanti.

Jelang Pilkada 2020, Bappilu PDIP Persilakan Kader Eksternal Ikut Seleksi

Rutin Buka Bersama Anak Yatim, PDIP Jatim Pacu Semangat Perjuangkan Nasib Wong Cilik

Kumpulkan BUMD Kota Surabaya, Wali Kota Risma Ajak Menjaga Stabilitas Harga di Pasar Tradisional

"Kami akan mengakomodir suara dari seluruh pengurus anak cabang (PAC) untuk kita jadikan pertimbangan dalam menentukan calon," kata Sukadar, Jumat (14/6/2019).

Sukadar enggan menanggapi potensi PDIP mengusung sosok alternatif dari luar partai seperti pada Pilwali 2010 dan 2015 dimana PDIP mengusung Tri Rismaharini.

Menurut Sukadar, walaupun Risma diketahui merupakan sosok yang sukses sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode, namun komunikasi Risma dengan PDIP tidak terjalin intensif.

"Sepuluh tahun di dalam pemerintahan Bu Risma ini, komunikasi dengan partai biasa- biasa saja. Gol terakhir memang untuk kepentingan rakyat. Tapi, disamping itu partai politik juga punya kepentingan untuk membesarkan partai," tegas Anggota DPRD Kota Surabaya ini.

Bahkan, lanjut Sukadar, selama ini komunikasi antara eksekutif dengan partai banyak yang 'putus'.

KPU Surabaya Ajukan Rp 85 Miliar untuk Pilwali 2020 kepada Pemkot

Berbeda jika kepala daerah tersebut merupakan kader internal partai, menurut Sukadar sosok tersebut tentu akan lebih tahu bagaimana visi misi partai dan arah perjuangan partai.

"Berbeda dengan Bu Risma yang bukan dari kader partai," lanjutnya.

Sukadar enggan disebut, sikapnya itu seolah-olah membandingkan porsi antara kepentingan rakyat dengan kepentingan partai.

Halaman
1234
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved