Puluhan Wali Murid Datangi SMKN 1 Mojoanyar, Protes Minim Sosialisasi Daftar PPDB Jalur Tak Mampu

Puluhan Wali Murid Datangi SMKN 1 Mojoanyar, Protes Minim Sosialisasi Daftar PPDB Jalur Tak Mampu.

Puluhan Wali Murid Datangi SMKN 1 Mojoanyar, Protes Minim Sosialisasi Daftar PPDB Jalur Tak Mampu
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Kepala Sekolah Dan Para Guru SMKN 1 Mojoanyar sedang menjelaskan mekanisme ppdb 2019 jalur siswa tak mampu di ruang guru, Jumat (14/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Puluhan calon wali murid mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah tersebut melalui jalur warga tak mampu, Jum’at (14/06/2019) pukul 10.00 WIB.

Pantauan tribunjatim, puluhan calon wali murid tiba di SMKN 1 Mojoanyar pada pukul 10.00 WIB dengan iring iringan sepeda motor bersama kepala desa Kepuh Anyar, Septika Surya.

Diduga Korupsi Uang Bulog Rp 1,636 M, Sigit Hendro Ditahan 20 Hari di Lapas Klas IIB Mojokerto

Mantan Pejabat Bulog Mojokerto Jadi Tahanan, Tersangka Jual Komoditas, Uangnya Tak Disetor

Korupsi Rp 1,6 M, Mantan Pejabat Bulog Mojokerto Sub Divre Surabaya Selatan Ditahan Kejaksaan Negeri

Setibanya, mereka diarahkan oleh guru ke ruangan kepala sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah, untuk menanyakan kepastian bisa tidaknya anak-anak mereka agar bisa bersekolah yang jaraknya dekat dengan rumah para calon wali murid itu.

Kepala Desa Kepuhanyar, sekaligus perwakilan para calon wali murid, Septika Surya,  menjelaskan, pada hari pertama pendaftaran di SMK Negeri 1 Mojoanyar, warganya yang merasa tidak mampu ditolak oleh pihak penyelenggara PPDB, karena tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Warga belum punya KIP, berdasarkan info terbaru kemarin, di hari kedua pendaftaran itu bisa membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) selain KIP, tapi menurut penjelasan pihak sekolah, jalur SKTM sudah tertutup sistemnya,” kata Surya kepada Tribunjatim di halaman sekolah SMKN 1 Mojoanyar, Jum’at Siang (14/06/2019).

Septika Surya mengaku, kecewa dengan mekanisme PPDB 2019. Menurutnya, PPDB terbaru ini minim sosialisasi dari instansi terkait.

Mengingat masyarakat masih sulit memahami aturan aturan dari PPDB 2019 itu. Selain itu, lanjut surya, ditambah juga dengan perubahan dari dinas terkait dilakukan secara mendadak.

“Kami sangat kecewa karena minimnya sosialisasi, karena di tahun ajaran baru berbeda dengan tahun ajaran tahun lalu. Kalau ada sosialisasi dari sekolah saya kan bisa memberikan sosialisasi kepada warga saya, apalagi saat ini aturannya masih sulit dipahami oleh masyarakat,” tandasnya.

Seperti yang diinstruksikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kepada Dinas Pendidikan Jatim untuk membuat surat edaran ke sekolah-sekolah untuk memperjelas ketentuan pendaftaran PPDB bagi warga tidak mampu.

Bagi warga yang tidak mampu atau miskin yang ingin mendapatkan layanan PPDB SMA SMK Negeri untuk anaknya yang tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa di daerahnya masing-masing.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved