5 Bulan Sejak Penetapan Tersangka Diumumkan, Kasus Perkara Jalan Gubeng Ambles Belum Ada Titik Temu

Terhitung lima bulan sejak diumumkan penetapan tersangka pada Januari 2019 lalu, kasus amblesnya Jalan Gubeng masih belum ada titik temu.

5 Bulan Sejak Penetapan Tersangka Diumumkan, Kasus Perkara Jalan Gubeng Ambles Belum Ada Titik Temu
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Usai pemadatan, Jalan Gubeng Surabaya yang ambles kini mulai diaspal, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terhitung lima bulan sejak diumumkan penetapan tersangka pada Januari 2019 lalu, kasus amblesnya Jalan Gubeng masih belum ada titik temu.

Bahkan, berkas perkara atas nama enam tersangka tersebut, belakangan diketahui telah dikembalikan lagi oleh jaksa ke penyidik Polda Jatim.

“Kami kembalikan ke penyidik. Jadi, berkas perkara nya saat ini masih ada di penyidik,” ujar Kepala Kejati Jatim Sunarta, Sabtu, (15/6/2019).

Jalan Desa Ambles, Warga Ujungpangkah Gresik Gotong-Royong Pasang Tanggul Darurat

Kasus Jalan Gubeng Ambles, Jaksa Minta Penyidik Periksa Ulang Saksi, Buktikan Niat Jahat 6 Tersangka

Saat ditanya kendala apa yang tengah dihadapi penyidik untuk bisa melengkapi berkas perkara kasus ini, Sunarta menjelaskan pihaknya saat ini tengah memberikan petunjuk kepada penyidik agar lebih mendalami adanya niat jahat pelaku (mens rea) dalam unsur pidana kasus ini.

Ia juga menambahkan, tidak ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bagi tersangka baru dalam kasus ini yang pihaknya terima.

“Belum..belum ada SPDP masuk lagi,” singkatnya.

Sempat juga nama Fuad Benardi, putra Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini muncul dalam proses penyidikan kasus ini.

Soal Berkas Kasus Jalan Gubeng Ambles, Kejati Jatim Sebut Tak Ada Deadline

Jembatan Patimura Madiun Ambles Selebar 2 Meter, Jalur Utama Truk Barang Ngawi-Surabaya Tutup Total

Bahkan Fuad sempat diperiksa oleh penyidik Polda Jatim pada Maret 2019 lalu.

Sedangkan, keenam tersangka disangka Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Mereka dianggap lalai saat pengerjaan proyek basement RS Siloam sehingga menyebabkan jalan ambles dan mengganggu lalu lintas.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved