Rumah Politik Jatim

Golkar Jajagi Koalisi Dengan PDIP di Pilwali Surabaya 2020, PDIP Pegang Whisnu Sakti Jadi Kandidat

Golkar Jajagi Koalisi Dengan PDIP di Pilwali Surabaya 2020, PDIP Pegang Whisnu Sakti Jadi Kandidat.

Golkar Jajagi Koalisi Dengan PDIP di Pilwali Surabaya 2020, PDIP Pegang Whisnu Sakti Jadi Kandidat
TRIBUNJATIM.COM/ADENG SEPTI IRAWAN
Ketua Harian Freddy Poernomo saat memberikan sambtan di Kantor DPD Golkar Jatim, Sabtu (19/8/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Golkar mulai membangun komunikasi lintas partai jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang.

Di antaranya dengan PDI Perjuangan untuk arah koalisi di Pilwali Surabaya 2020.

Golkar Jatim Beberkan Empat Nama Calon Wakil di Pilwali Surabaya 2020, Anggota DPR RI hingga Kiai

Komunikasi Dengan Risma Tersendat, PDIP Surabaya Kapok Usung Figur Luar Partai di Pilwali 2020

Muncul 4 Nama Figur Layak Maju Pilwali 2020 Versi Kompi Surabaya, Wisnu Sakti Buana & 2 Tokoh Muda

"Untuk Surabaya, kami sudah bicara informal dengan Pak Bambang (Bambang DH, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan)," kata Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, Freddy Poernomo ketika dihubungi di Surabaya, Sabtu (15/6/2019).

Namun dari pembicaraan itu, Freddy menyebut belum ada keputusan apapun. "Pak Bambang mengatakan bahwa di internal PDI pun belum ada nama," kata Freddy menambahkan.

Freddy mengatakan Golkar di Pilwali Surabaya akan bersikap realistis. Dengan mendapat lima kursi (10 persen perolehan kursi DPRD Surabaya) berdasarkan hasil pemilu 2019, Golkar tak dapat mengusung calonnya sendiri.

Sebab, hingga saat ini regulasi mensyaratkan parpol/koalisi parpol harus memiliki minimal 20 persen kursi untuk mencalonkan pasangan kandidat kepala daerah. Di Surabaya, satu-satunya parpol yang mengusung pasangan tanpa koalisi hanya PDI Perjuangan.

Di pemilu 2019, PDI Perjuangan sukses mengemas 15 kursi DPRD Surabaya. "Sehingga, kami tahu diri lah," kata Freddy menjelaskan alasan berkoalisi.

Terkait pilihan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Freddy mempertimbangkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) mendasarkan citra Wali Kota Surabaya petahana, Tri Rismaharini.

Risma yang telah dua periode memimpin Surabaya dipercaya akan membawa efek positif terhadap elektabilitas kandidat penerusnya.

Utamanya, kader PDI Perjuangan yang juga rekomendasi Risma. "Bu Risma adalah sosok yang diusung PDI Perjuangan. Surabaya menjadi basis PDI Perjuangan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved