Kakek Ini Kena Serangan Jantung, Mobil Pikapnya Oleng & Tabrak Pot Bunga di Jalan Kenjeran Surabaya

Kakek Ini Kena Serangan Jantung, Mobil Pikapnya Oleng & Tabrak Pot Bunga di Jalan Kenjeran Surabaya.

Kakek Ini Kena Serangan Jantung, Mobil Pikapnya Oleng & Tabrak Pot Bunga di Jalan Kenjeran Surabaya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Saat petugas Linmas, Satpol PP, Dinkes Surabaya mengevakuasi jasad M Fatta 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah mobil pikap mendadak oleng lalu menabrak pot bunga yang ada di bahu Jalan Kenjeran No 76, Surabaya, Sabtu (15/6/2019).

Informasinya, mobil itu dikemudikan oleh Muhammad Fatta (52) warga Jalan Ach Faqih, Pangeranan, Bangkalan, Madura.

Fatta tak sendirian, saat insiden itu terjadi ia ditemani Akbar, cucunya.

Tabrakan Maut di Tol Pandaan-Malang, Mobil Inova Terbakar, 5 Orang Luka Ringan

Hilang Kendali dan Oleng, Mobil Tabrak Dua Motor di Jalan Mahakam Kota Blitar, Satu Korban Kritis

Pencuri Mobil Kenalan di Aplikasi Jodoh Ditangkap, Pelaku Sempat Berniat Tabrak Polisi di Sidoarjo

Mobil itu datang dari arah timur menuju barat Jalan Kenjeran, pasca melewati perlintasan kereta, insiden itu terjadi.

Pikap tanpa muatan bernopol M-8304-H itu akhirnya oleng ke bahu jalan sebelah kiri, lalu menabrak pot bunga dan mengagetkan warga sekitar.

Setelah petugas Dinas Kesehatan TGC Kedung Cowek memeriksa kondisi korban. Ternyata Fatta telah dinyatakan meninggal dunia, dengan dugaan terkena serangan jantung.

"Untuk cucunya sendiri, tidak apa-apa hanya kaget dan shock," jelas Eddy Christianto Kepala BPB Linmas Surabaya dalam keterangan tertulisnya yang diterima TribunJatim.com, Sabtu (15/6/2019).

Sementara itu, Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih mengungkapkan penyebab tabrakan itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang diterimanya, insiden itu disebabkan karena si pengemudi mengalami serangan jantung mendadak.

Tak pelak, karena serangan jantung itu menbuat si pengemudi tak sadarkan diri sehingga mempengaruhi laju mobilnya yang berujung tabrakan, lalu meninggal di tempat.

"Iya, yang punya pikap itu ternyata ada sakit jantung karena terlalu lama sakit dan dia gak tahan, akhirnya dia banting setir," ucap Masdawati saat dihubungi TribunJatim.com.

"Saat ini keluarga sudah ada di Mapolsek Simokerto untuk kami mintai keterangan," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved