Penggunaan Kalimat 'Tolak Kerusuhan' Cenderung Negatif, Ini Kata Psikologi Untag Surabaya

'Tolak Kerusuhan' dalam deklarasi damai oleh Forkopimda Jatim, disoroti tajam oleh Pakar Psikologi Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Penggunaan Kalimat 'Tolak Kerusuhan' Cenderung Negatif, Ini Kata Psikologi Untag Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Pakar Psikologi Politik Untag Surabaya Andik Matulessy saat ditemui TribunJatim.com di kantornya, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Penggunaan susunan kalimat 'Tolak Kerusuhan' dalam deklarasi damai oleh Forkopimda Jatim, disoroti tajam oleh Pakar Psikologi Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Andik Mutulessy.

Menurut pria asal Bojonegoro itu, susunan kalimat 'Tolak Kerusuhan atau Anti Kerusuhan' cenderung memantik persepsi negatif, bagi pembacanya.

"Penggunaan bahasa itu harusnya positif ya ya itu harusnya positif. Kalimat itu sebenarnya bahasa yang negatif," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Sabtu (15/6/2019).

Mengapa demikian? Andik menerangkan, dalam suasana politik-pemerintahan yang tak menentu pasca Pemilu Serentak April lalu, psikologi masyarakat secara kolektif begitu sensitif.

"Karena semua orang kan lagi sensitif penggunaan bahasa penggunaan apa pun harus dipikirkan dengan matang lagi di dalam memberikan statemen," jelasnya.

Timnas Indonesia Vs Vanuatu, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta Sepi Penonton

Baim Wong Kaget Sampai Terdiam Dengar Cerita Kebiasaan Aneh Paula Verhoeven saat Masih Kecil: Horor!

Bila dimaknai secara mendalam, lanjut Andik, susunan kata 'Tolak Kerusuhan atau Anti Kerusuhan' cenderung menimbulkan makna bahwa ada pihak ataupun entitas lain yang sedang dilawan.

"Karena statemen negatif itu akan memunculkan Respon negatif juga bagi kelompok lain yang kita anggap sebagai perusuh," ucapnya.

Jikalau memang deklarasi yang bakal dihelat di Monumen Polisi Istimewa, Jalan Polisi Istimewa, Keputran, Tegalsari, Surabaya, Minggu (16/6/2019) besok, bermaksud untuk menangkal potensi buruk selama sidang sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Andik merekomendasikan untuk pihak yang bersangkutan mengubah diksi dalam deklarasi itu menjadi lebih positif.

"Menurut saya menggunakan Istilah 'Deklarasi damai' lebih bagus daripada menggunakan Istilah 'Deklarasi tolak kerusuhan'," katanya.

"Rusuh tidaknya itu tergantung itu tergantung itu tergantung pada pimpinan. Misalkan pimpinan salah satu kubu tidak memunculkan, pandangan-pandangan negatif maka potensi konflik konflik itu tidak akan terjadi," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved