Potensi Konflik Pasca Pemilu Bak Api dalam Sekam, Psikolog Politik Untag Apresias Deklarasi Damai

Pakar Psikologi Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Andik Mutulessy mengapresiasi acara Deklarasi Anti Kerusuhan yang diinisasi

Potensi Konflik Pasca Pemilu Bak Api dalam Sekam, Psikolog Politik Untag Apresias Deklarasi Damai
Kompas.TV
Operasi rahasia di balik kerusuhan aksi 22 Mei 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Psikologi Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Andik Mutulessy mengapresiasi acara Deklarasi Anti Kerusuhan yang diinisasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim yang bakal dihelat, Minggu (16/6/2019) besok.

Deklarasi itu dinilai Andik penting selama berlangsungnya sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, sejak Jumat (14/6/2019) kemarin hingga Jumat (28/6/2019) mendatang.

Pasalnya, deklarasi tersebut akan menjadi gambaran kondusivitas masyaralat Jatim selama menunggu PHPU selesai.

"Deklarasi yang dilakukan para pimpinan (Forkopimda Jatim) apapun cukup penting," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Sabtu (15/6/2019).

"Karena bisa memberikan sebuah gambaran, bahwa situasi ini sedang kondusif, positif dan tidak ada masalah," lanjutnya.

Selain itu, acara deklarasi semacam itu, dinilai Andik, mampu meredam potensi konflik horizontal yang berpotensi muncul membelah masyarakat Jatim.

Ditahan Imbang PSID Jombang 1-1, Pelatih Persebaya Djanur Komentar Seperti ini

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Vanuatu, Kesempatan Indonesia Kembali Salip Malaysia

Alex Rins Jadi Tercepat, Berikut Hasil Latihan Bebas Ketiga MotoGP Catalunya 2019

"Jadi sebenarnya problem-problem itu, mirip, api dalam sekam," jelasnya.

"Problem-problem itu akan bisa tereliminir jika pemimpin pimpinan pimpinan juga punya pandangan-pandangan yang positif," katanya.

Kendati demikian, baginya, sejauh ini kondisi Jatim selama bergulirnya pesta demokrasi lima tahunan pada Rabu (17/4/2019) silam, masih relatif kondusif.

"Kecuali di Madura, memang di daerah Madura yang memang potensi konfliknya di sana tinggi," tandasnya.

Sekadar diketahui, Forkopimda Jatim mengajak warga Jatim untuk deklatasi anti kerusuhan yang bertempat di Monumen Polisi Istimewa, Jalan Polisi Istimewa, Keputran, Tegalsari, Surabaya, Minggu (16/6/2019) besok.

Deklarasi itu akan dihadiri langaung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Deklarasi akan dilaksanakan di depan Monumen Polisi Istimewa. Namun sebelum itu, sekitar pukul 05.30 WIB diawali dengan jalan santai start dari depan Rumah Dinas Panglima Kodam V/Brawijaya, lalu berhenti untuk menandatangani komitmen bersama dan deklarasi di monument Tugu Polisi Istimewa Surabaya.

Hal itu bertujuan untuk meredam potensi kerusuhan yang terjadi selama sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, sejak Jumat (14/6/2019) kemarin, hingga Jumat (28/6/2019) mendatang.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved