Siapkan Mental, Peserta Tes TPA di Surabaya Bisa Cek Lokasi Tes H-1

untuk PPDB Zonasi SMP negeri kategori Kawasan, peserta tes dihimbau untuk mengecek lokasi tes sehari sebelum ujian di wilayah Surabaya.

Siapkan Mental, Peserta Tes TPA di Surabaya Bisa Cek Lokasi Tes H-1
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Suasana pengambilan Kartu Nomor Antrean Pengambilan PIN PPDB di SMAN 1 Waru, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang diadakannya Tes Potensi Akademik (TPA) untuk PPDB Zonasi SMP negeri kategori Kawasan, peserta tes dihimbau untuk mengecek lokasi tes sehari sebelum ujian di wilayah Surabaya.

Dimas Aryo Wicaksono, koordinator pelaksanaan TPA mengungkapkan TPA akan dimulai pada pukul 08.00 pada Senin (17/6/2019), tetapi bel masuk akan dibunyikan pada 07.30. Sehingga akan lebih efisien pengecekan lokasi dan ruangan tes dilakukan H-1.

"Ujiannya berlangsung 2 jam, tetapi karena pesertanya anak SD yang mau ke SMP kami akan mempertimbangkan psikologisnya saat memulai tes, jadi kalau semua satu ruangan sudah siap baru dimulai," ujarnya ketika ditemui di Kantor Dindik Kota Surabaya kepada Tribunjatim.com, Sabtu (15/6/2019).

Selain itu dalam TPA akan dilakukan tiga macam tes dengan 9 sub tes yang ada. Untuk memulai setiap tes, peserta akan dipastikan sudah menyelesaikan tes sebelumnya.

" Karena bisa jadi siswa tidak selesai bersamaan. Sehingga akan kami mulai tes selanjutnya saat semua sudah siap. Dalam hal ini kami meminta sekolah membunyikan bel pulang saat siswa tidak selesai semuanya. Jadi mereka tidak tertekan atau tertinggal," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

20 Pemain Siap Diturunkan, Berikut Prediksi Line-up Timnas Indonesia Vs Vanuatu

6 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan, Satu di Antara Tandanya Alami Kulit Berminyak dan Rambut Kusam!

Bus Tujuan Juanda Ludes Terbakar di Tol Ngawi-Kertosono, Diduga Ada Korsleting

Terkait komponen soal, ia menegaskan soal telah disesuaikan dengan usia siswa. Sehingga orang tua tidak perlu beli soal TPA yang kemungkinan berbeda komponen dengan TPA zonasi kawasan.

"Materinya pasti beda dengan tes TPA SBMPTN atau CPNS yang tidak khusus anak-anak. Kami konsultasikan juga soal ini dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi),"paparnya.

"Yang perlu dilakukan orang tua atau siswa cukup lihat website ppdb tentang informasi TPA biar tahu karakteristik soalnya nanti modelnya seperti ini, sudah. Jadi nggak perlu sampai bikin latihan tes atau ikut les-lesan dan sebagainya. tidak perlu, sangat tidak disarankan malah itu membawa secara psikologis anak tertekan," jelasnya.

Iapun sangat menyarankan orang tua menyiapkan kondisi anak yang cukup istirahat dan percaya pada kemampuan anak. Sebab, ia Aryo, sapaan akrabnya pernah menemukan anak sampai menangis karena takut dimarahi orang tuanya.

"Karena tekanan orang tua untuk supaya masuk di sekolah itu yang malah bikin anak terganggu psikologisnya.Jadi anak harus diberikan dukungan psikologis,istrahat yang cukup dan sarapan secukupnya,"sarannya.

Sementara itu Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan mengungkapkan pendaftaran untuk PPDB Zonasi Kategori Kawasan akan ditutup pada Sabtu (15/6/2019) sore. Pendaftar kategori mitra warga dan prestasi harus menyatakan diri mengundurkan diri secara online sebelum mendaftar kategori Kawasan.

"Kecuali memang nilainya tidak memenuhi kategori Kawasan, bisa menunggu Zonasi kategori Umum yang baru dibuka Selasa (18/6/2019). Tanpa perlu mengundurkan diri secara online nanti bisa daftar Zonasi kategori Umum,"lanjutnya.

Iapun mengungkapkan orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Kategori Prestasi sudah bisa mengundurkan diri saat melihat hasil rangking secara online skor anaknya tidak masuk rangking dalam kuota sekolah yang dituju.

"Jalur prestasi pastinya akan membuat merasa tidak nyaman karena dulunya setiap tahun semua prestasi anak di fasilitasi dan dibantu menempatkan sekolah yang berdasarkan kedekatan tempat latihan dan bisa dikumpulkan satu cabor. Tetapi dengan aturan baru, mereka harus memilih sekolah langsung dan bersaing di satu sekolah. Jadi memang mereka harus bersaing individu dengan kuota yang terbatas di sekolah,"paparnya. (Sulvi/Tribunajatim)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved