Ada Kapal Baru, Manajemen KM Express Bahari Protes Jadwal Berlayar Rute Gresik Bawean

Manajemen Kapal Ekspress Bahari melayangkan protes kepada Dinas Perhubungan (Dishub) lantaran merasa dirugikan dengan pembagian jadwal baru.

Ada Kapal Baru, Manajemen KM Express Bahari Protes Jadwal Berlayar Rute Gresik Bawean
SURYA/WILLY ABRAHAM
Express Bahari saat tiba di Pelabuhan Gresik, Minggu (16/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Manajemen Kapal Ekspress Bahari melayangkan protes kepada Dinas Perhubungan (Dishub) lantaran merasa dirugikan dengan pembagian jadwal baru.

Mereka meminta Dishub untuk mengembalikan jadwal pelayaran seperti semula.

Perubahan jadwal ini dikarenakan oleh adanya kapal baru Blue Seat Jet yang melayani rute Gresik - Bawean maupun sebaliknya.

Padahal jadwal sebelumnya Ekspress Bahari dan Natuna Ekspress bisa berlayar setiap hari dengan bergantiandi rute yang sama. Dengan jadwal baru ini, maka setiap satu dari tiga kapal tidak bisa berlayar tiap hari.

(Dinas Perhubungan Kota Malang Bahas Halte Khusus Naik Bus Sekolah, Wahyu Setianto: Perlu Evaluasi)

Kepala Cabang (Kacab) Bahari Ekspress Gresik, Revan memprotes jadwal mereka berlayar menjadi berkurang dari biasanya.

"Manfaatnya ada kapal baru itu apa kalau seperti ini ?" Tanyanya.

Keberadaan kapal baru dinilai seharusnya bisa menambah intensitas pelayaran Gresik-Bawean. Sehingga, masyarakat bisa semakin terlayani dengan adanya kapal baru tersebut.

"Bukan malah mengurangi jatah pelayaran kapal yang sudah ada," jelasnya.

Pihaknya sudah mengusulkan agar jadwal tetap seperti semula. Sedangkan untuk kapal baru bisa melayani penumpang pada siang hari.

"Jadi tidak ada penumpang yang tidak bisa berlayar," kata dia.

(Jelang Kedatangan Presiden Jokowi ke Malang, Dinas Perhubungan Sidak Parkir di Kayutangan)

Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan pada rapat terakhir Jumat lalu ada dua opsi yang disampaikan.

Pertama, yakni dengan menambah jadwal pelayaran dengan konsekuensi penumpang masing-masing kapal bisa berkurang.

Sedangkan kedua tetap seperti semula dengan konsekuensi salah satu kapal harus off.

"Dari dua opsi ini Bahari sama-sama menolak. Padahal harus secepatnya mengambil keputusan karena pelayaran arus mudik dan balik Senin sudah selesai," tutupnya.

Reporter: Surya/Willy Abraham

(Awal April, Dinas Perhubungan Kota Malang Akan Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tiga Jalan Raya Ini)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved