Cegah Kerusuhan, Kapolres Tulungagung Waspadai Gerak Botoh Selama Pelaksanaan Pilkades Serentak

Polres Tulungagung mewaspadai botoh atau penjudi selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Cegah Kerusuhan, Kapolres Tulungagung Waspadai Gerak Botoh Selama Pelaksanaan Pilkades Serentak
SURYA/DAVID YOHANES
Pengumuman tahana Pilkades di Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung mewaspadai botoh atau penjudi selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Sebab keberadaan botoh bisa membelokkan aspirasi pemilih, dan mengarahkan pada calon yang diinginkan botoh.

“Kegiatan botoh adalah ilegal dan bisa memicu kerusuhan. Mereka juga merusak nilai-nilai demokrasi,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar.

Karena itu Polres Tulungagung menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Anti Judi dan Satgas Anti Bandit.

Gus Hans Sebut Sudah Didekati Partai Politik untuk Pilwali Surabaya 2020, Mulai PSI Sampai PDIP

Kementrian PUPR Bangun Rusunawa Bersubsidi untuk Mahasiswa Kurang Mampu di Universitas Brawijaya

Dua Satgas ini difokuskan untuk menindak para botoh yang terbukti bermain dalam Pilkades serentak nanti.

Dua Satgas ini juga ditugaskan untuk memantau bergerakan mereka di lapangan.

Bukan hanya botoh lokal, dua Satgas ini juga mengantisipasi botoh dari luar wilayah.

Sebab banyaknya desa yang melakukan Pilkades serentam, membuat banyak botoh dari luar masuk ke Tulungagung.

“Botoh dari luar berpotensi masuk dan merusak Pilakdes di Tulungagung,” Sambung Tofik.

Dua Satgas ini beranggotakan personil dari Satuan Binmas, Satreskrim, Satintelkam dan Satsabhara.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved