Komunitas Stikom Media Gelar Nobar 'Banda', Ajak Anak Muda Lebih Kenal Sejarah Lewat Film Dokumenter

INDAHSI x DESAH menggelar screening film 'Banda' di C2O Library and Colabtive Surabaya, Minggu (16/6/2019).

Komunitas Stikom Media Gelar Nobar 'Banda', Ajak Anak Muda Lebih Kenal Sejarah Lewat Film Dokumenter
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Screening film Banda di C2O Library and Colabtive Surabaya, Minggu (16/6/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - INDAHSI x DESAH menggelar screening film 'Banda' di C2O Library and Colabtive Surabaya, Minggu (16/6/2019).

Pemutaran film yang merupakan pelengkap acara pameran fotografi dan mural Stikom Media dan DKV ini sengaja dilakukan untuk memperkenalkan masyarakat tentang sejarah melalui film dokumenter.

Koordinator Stikom Media Joshe Marland menjelaskan, pemilihan film Banda sebagai media untuk pengenalan sejarah dikarenakan film yang disutradari Jay Subiyakto ini mengandung banyak nilai sejarah.

Tampilkan Karya Fotografi Dalam INDAHSI x DESAH, Stikom Surabaya Kenalkan Seni Pada Anak Jalanan

Kolaborasi Mahasiswa & Komunitas Stikom Media Suguhkan Hasil Fotografi Bertajuk INDAHSI x DESAH

"Filmnya ini kan seperti film awal pencetusan kemerdekaan. Jadi banyak tokoh-tokoh penting dan nilai sejarahnya kuat," katanya kepada TribunJatim.com, Minggu (16/6/2019).

Sekadar diketahui, film Banda ini merupakan film dokumenter yang mengandung unsur sejarah era kemerdekaan Indonesia.

Setting waktu dalam film tersebut berada di abah pertengahan yang menceritakan segenggam pala di Pasar Eropa lebih berharga dibandingkan emas.

Kepulauan Banda yang berada di Indonesia merupakan satu-satunya pulau dengan pala melimpah.

Warga Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan Sidang Gugatan Pilpres di MK Sambil Gowes dan Main Voli

Pilwali Surabaya, Whisnu Sakti Buana Blak Blakan Bicara Sebagai Penerus Tri Rismaharini 

Sehingga menjadi perebutan berbagai negara di Eropa maupun negara Semenanjung Arab.

Dengan diadakannya screening film ini diharapkan mampu melek terhadap sejarah bangsa.

"Harapan kami supaya penonton film terutama para mahasiswa tidak akan melupakan sejarah. Serta mampu memahami film secara lebih mendalam," katanya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved