National Hospital Surabaya Bagikan Lima Cara Meminimalisir Terjadinya Parkinson, Simak!

Minggu (16/6/2019) National Hospital Surabaya telah melakukan kegiatan kampanye United for Parkinson, bertempat di Car Free Day Taman Bungkul.

National Hospital Surabaya Bagikan Lima Cara Meminimalisir Terjadinya Parkinson, Simak!
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
(Dua dari kanan) dr Achmad Fahmi SpBS (K) dari National Hospital Surabaya memberikan tips meminimalisir terjadinya parkinson dalam kampanye United for Parkinson di Taman Bungkul, Minggu (16/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari ini, Minggu (16/6/2019) National Hospital Surabaya telah melakukan kegiatan kampanye United for Parkinson, bertempat di Car Free Day Taman Bungkul.

Dalam kegiatan tersebut, mereka berjalan di area taman sambil meneriakkan jargon United for Parkinson.

Selain itu, dr Achmad Fahmi SpBS (K) dari National Hospital Surabaya pun memberikan penjelasan mengenai parkinson.

Katanya, dalam setahun 14,2 persen per 100 ribu penduduk dunia mengalami parkinson.

Berkeliling Bersama Jarum Suntik, National Hospital Surabaya Kampanyekan Peduli Parkinson di CFD

Kendati demikian, sampai hari ini belum ada penelitian yang menyebutkan penyebab seseorang terkena parkinson. Hanya, semakin tinggi harapan hidup di suatu negara, biasanya akan tinggi juga kejadian parkinson di sana.

"Biasanya parkinson ini dialami oleh orang berusia 60 tahun ke atas. Walau penyebabnya apa itu belum diketahui, namun kita bisa melakukan beberapa upaya untuk meminimalisirnya," ujar Fahmi.

Pertama, lanjutnya, membuat diri selalu senang dan menghindari emosi atau amarah yang berlebihan.

Kedua, usahakan memakan, meminum dan menghirup udara yang sehat.

"Mencari udara segar yang sehat di Surabaya mungkin agak susah ya, namun itu tetap harus diusahakan. Mengunjungi taman-taman berpohon rimbun misalnya," jelas Fahmi.

National Hospital Bentuk Komunitas Parkinson, Diwadahi Dalam Media Sosial, Bakal Ada Pertemuan Rutin

Ketiga, hindari benturan pada tubuh, terutama di kepala. Untuk itu, imbauan mengenakan helm saat mengendarai sepeda atau sepeda motor sebaiknya ditaati.

Keempat, olahraga teratur minimal satu minggu sekali. Berjalan kaki adalah jenis olahraga paling ringan yang bisa dilakukan, namun jenis olahraga senam, taichi, dan yoga lebih disarankan oleh Fahmi.

"Biasanya orang mengira bekerja itu juga termasuk olahraga, padahal beda. Olahraga itu kegiatan yang fokusnya kita hanya bergerak, relax, tanpa memikirkan beban apapun," papar Fahmi.

Cara terakhir untuk meminimalisir terjadinya parkinson, dikatakan Fahmi, minum obat-obatan sesuai resep secara teratur.

"Contoh, kalau punya sakit diabetes, ya obatnya diminum teratur, jangan sampe luput. Begitu juga dengan penyakit lainnya," tutur Fahmi.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved