PDIP Tak Usung Cawali Kota Seperti Risma di Pilwali Surabaya 2020, Siapa Bakal Jadi Pengganti?

PDIP beri kode keras tak akan usung calon Wali Kota Surabaya seperti Tri Rismaharini untuk Pilwali Surabaya

PDIP Tak Usung Cawali Kota Seperti Risma di Pilwali Surabaya 2020, Siapa Bakal Jadi Pengganti?
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
PDIP Tak Usung Cawali Kota Seperti Risma di Pilwali Surabaya 2020, Siapa Bakal Jadi Pengganti? 

Memang sudah ramai diberikan bahwa selama dua periode menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma tak cukup baik untuk membangun komunikasi dengan PDIP sebagai partai pengusungnya. Risma sendiri sebelum diusung PDIP sebagai wali kita tercatat sebagai Kepala Bappeko Surabaya.

Pengalaman ini dikatakan Bambang DH sebagai pelajaran ketika akan mengusung calon dari unsur birokrasi khususnya calon non kader. Serta hal ini juga terjadi di beberapa daerah lain.

"Maka ada keputusan untuk memprioritaskan calon internal atau kader dalam Pilkada serentak 2020 mendatang," tegasnya. "Nah kalau Surabaya ini belum, belum. Kita lihat nanti siapa yang akan diusulkan dari internal dan perkembangannya," tegas Bambang.

Saat ini ia menginstruksikan untuk dilakukan penjaringan di setiap daerah yang akan melangsungkan Pilkada. PDIP telah memiliki mekanisme dalam pelaksanaan pilkada. Yaitu, setahun sebelum pelaksanaan pemilu, struktur organisasi harus memulai penjaringan.

"Artinya, kalau Pilkada 2020 dilaksanakan pada September, mestinya September tahun ini juga bisa mulai penjaringan," kata mantan Walikota Surabaya ini menambahkan.

Penjaringan juga termasuk penelitian pada syarat-syarat yang sifatnya administratif. Misalnya, penelitian ijazah yang seharusnya tak diverifikasi di DPP, harus sudah dirampungkan di daerah.

(fz/fatimatuz zahroh)

Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya Munculkan Figur Pilwali 2020

Pemilihan Wali Kota Surabaya (Pilwali Surabaya) 2020 semakin memanas dengan munculnya nama-nama yang masuk dalam bursa Pilwali Surabaya 2020.

Seperti yang diketahui, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ini sudah dua periode menjabat sebagai kepala daerah Surabaya.

Tentu saja, sesuai aturan Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Risma itu tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai Wali Kota.

Nama-nama figur penerus tongkat kepemimpinan Risma mulai bermunculan, namun dari nama-nama tersebut harus bisa memenuhi beberapa syarat agar layak menjadi Wali Kota Surabaya.

Menurut Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh figur yang akan maju ke Pilwali Surabaya 2020.

"Calon penerus estafet kepemimpinan Wali Kota Risma, harus memenuhi syarat yang perlu dimiliki oleh pribadi figur tersebut," ujar Nico Makapedua selaku ketua Kompi, Jumat (14/6/2019).

Menurut Nico, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin Surabaya adalah:

- Punya wawasan luas

- Punya etos kerja yang dapat dilihat

- Dapat menciptakan budaya kerja yang unggul

- Dapat menciptakan kesejahteraan untuk warga

- Punya komitmen untuk melawan korupsi dan intoleransi.

Nico juga menambahkan, Wali Kota Surabaya yang akan datang, juga harus mampu menerima tantangan yang berat, karena selain potensi Surabaya yang besar, masalah yang ditimbulkan oleh Kota sebesar Surabaya juga cukup besar.

"Dia harus punya mental baja seperti bu Risma," pungkasnya.

Sementara itu, wakil ketua Kompi, Dedy Mahendra menjelaskan, Kompi sudah menjaring dan mengerucutkan beberapa nama yang dinilai Kompi sangat cocok untuk menjadi figur calon pemimpin Surabaya.

Di antaranya adalah Wisnu Sakti Buana yang merupakan wakil Wali Kota Surabaya, menurutnya, mesin politik milik Whisnu dari PDIP paling kuat.

"Ia juga seorang ketua DPC PDIP Surabaya, tapi semua itu akan kembali ke DPP PDIP Surabaya," jelasnya.

Nama lain yang dinilai Kompi cocok untuk menggantikan sosok Risma adalah Dhimas Anugrah.

Dhimas Anugrah merupakan politisi muda dari PSI, yang meskipun partai baru namun sudah dipercaya menduduki 4 kursi DPRD di Surabaya.

"Dhimas Anugrah namanya melesat seiring pamor PSI di Surabaya, meski partainya baru tapi sudah bisa menyabet 4 kursi di DPRD Surabaya, ini jadi indikasi kuat Dhimas akan menjadi kuda hitam di Pilwali Surabaya 2020," ungkapnya.

Selain itu, Kompi menambahkan, sosok lain yang cocok maju di Pilwali 2020 adalah Zahrul Azhar Asad atau yang akrab disapa Gus Hans.

Gus Hans merupakan Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional, menurut Kompi, Gus Hans adalah politisi muda yang potensial.

"Secara pribadi saya pikir dia bisa menangkan Pilwali mendatang, asalkan punya tandem yang tepat," imbuhnya.

Nama terakhir adalah Eri Cahyadi yang saat ini menjabat sebagai kepala Bappeko Surabaya.

Menurut Dedy, Risma beberapa kali memberi sinyal estafet kepada Eri, melalui tampil bersama Risma di beberapa acara-acara penting.

"Ya tapi ini hanya penafsiran pribadi saya saja," pungkas Mahendra.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved