Polda Dan Kejati Jatim Saling Lempar, Berkas Kasus Jalan Gubeng Ketlisut?

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Mariono menyatakan berkas kasus amblesnya Jalan Gubeng Surabaya masih di Polda Jatim. Namun, penyidik

Polda Dan Kejati Jatim Saling Lempar, Berkas Kasus Jalan Gubeng Ketlisut?
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Koordinator Pelaksana Proyek PT NKE, Yunus, saat ditemui di Jalan Gubeng, Surabaya, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Mariono menyatakan berkas kasus amblesnya Jalan Gubeng Surabaya masih di Polda Jatim. Namun, penyidik Polda Jatim justru mengklaim berkas tersebut sudah dilimpahkan ke Kejati.

"Masih di penyidik. Di Polda berkasnya. Sudah kami beri petunjuk, tapi berkas masih belum kembali," ujar Asep, Minggu, (16/6/2019).

Dia mengaku sudah mengecek berkas tersebut tetapi memang tidak ada di jaksa. Kalau berkas itu sudah diterima, jaksa akan meneliti kembali.

Bila dinyatakan sudah lengkap maka akan segera disusul pelimpahan tersangka dan barang bukti. Namun, bila tidak lengkap maka akan dikembalikan ke penyidik.

"Sebelumnya kami kembalikan karena unsur niat jahatnya masih belum terpenuhi," katanya.

Kasus Perkara Jalan Gubeng Ambles Belum Temukan Keterlibatan Pihak Lain, Tersangka Tetap 6 Orang

3 Fakta Pertunangan Jessica Iskandar & Richard Kyle, Doorprize Laptop hingga Habis Miliaran?

Natasha Wilona Menyesal, Pranknya Naik Sepeda Bikin Ibunda Anthonio Blanco Menangis Histeris

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan, berkas perkara tersebut kini sudah dilimpahkan ke jaksa.

Bahkan, penyidik sudah dua kali melimpahkannya, tapi dikembalikan oleh jaksa karena dianggap belum lengkap. Terakhir, berkas dilimpahkan pekan lalu.

"Sudah kami kasih ke jaksa. Silakan tanya jaksa dong. Itu sudah susah kalau mereka (jaksa) tidak mengakui," ujar Barung.

Penyidik menurutnya sudah melengkapi kekurangan berkas sesuai petunjuk jaksa. Salah satunya mengenai bukti-bukti unsur niat jahat yang dilakukan enam tersangka.

"Sudah kami limpahkan dan petunjuk-petunjuk sudah dipenuhi penyidik. Silahkan dicek kalau tidak percaya," tegasnya.

Kasus amblesnya Jalan Gubeng ini terkesan jalan di tempat. Kasus yang mulai disidik sejak Desember tahun lalu ini sampai kini tidak kunjung rampung. Jaksa dan penyidik masih tarik ulur mengenai kelengkapan berkasnya. Sampai kini berkasnya ketlisut.

Penyidik sebelumnya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka dianggap lalai hingga jalan tersebut ambles. Keenam tersangka itu antara lain berinisial BD, RW, AP, RH, LAH dan AKEY. Mereka merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Keenam tersangka disangka Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Mereka dianggap lalai saat pengerjaan proyek basement RS Siloam sehingga menyebabkan jalan ambles dan mengganggu lalu lintas.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved