Kemendesa Gandeng ITS Berdayakan Desa Terpencil di Indonesia, Rektor: Kontribusi untuk Masyarakat

Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyatakan siap membantu Kemendesa untuk berdayakan desa terpencil di Indonesia.

Kemendesa Gandeng ITS Berdayakan Desa Terpencil di Indonesia, Rektor: Kontribusi untuk Masyarakat
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyatakan siap untuk membantu Kemendesa berdayakan desa terpencil di Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyatakan siap membantu Kemendesa untuk berdayakan desa terpencil di Indonesia.

Hal tersebut sebagai jawaban ajakan kerja sama oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) melalui Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari mengatakan, hal tersebut sebagai wadah ITS dalam berkontribusi kepada masyarakat yang semakin terbuka lebar.

ITS Surabaya Beri Penghargaan 23 Mahasiswa Penghafal Alquran, Rektor: Ini Bentuk Motivasi ke Lainnya

ITS Surabaya Buka 2 Program Baru World Class University, Pendaftaran Dibuka Mulai Juni 2019

"Sudah ada delapan desa pariwisata yang sudah dikembangkan oleh Kementerian, di sisi lain ITS juga mempunyai kegiatan akademik serupa yaitu KKN," kata Mochamad Ashari, Senin (17/6/2019).

Ashari juga menyampaikan agar kegiatan yang sudah ada dapat disinkronkan dengan kegiatan yang ada di kementerian.

Sehingga, diharapkannya pada saat dilaksanakan pembangunan pemberdayaan desa terdapat banyak hal yang dapat diselesaikan bersama.

Di sisi lain, dikatakan Ashari, ITS juga ikut serta dalam pengembangan daerah-daerah tertentu melalui peningkatan insfrastruktur.

Kisah Warkop Sederhana Pak Saleh Pamekasan, Buka dari 1987, Mahasiswa Hingga Pejabat Ngopi di Sana

3 Mahasiswa Unair Manfaatkan Limbah Rumput Laut Jadi Bahan Material Bata Ringan Tahan Gempa

"Misalnya kemarin 160 kapal kami luncurkan untuk beberapa pemda dalam mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut," kata Guru Besar Teknik Elektro.

Kerja sama tersebut direncanakan akan terealisasi pada penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

"Rencananya dilaksanakan pada september 2019 mendatang bersamaan dengan penyelenggaraan Suistainable Island Development Initiatives," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved