Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa 6 Bangunan Sisa Bekas Pasar Pon, Ada Tenggat Tapi Tak Digubris

Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa Enam Bangunan Sisa Bekas Pasar Pon, yang selamat dari kebakaran tahun lalu.

Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa 6 Bangunan Sisa Bekas Pasar Pon, Ada Tenggat Tapi Tak Digubris
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Proses perobohan bangunan sisa Pasar Pon, Selasa (19/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sebanyak enam bangunan yang masih berdiri di lahan bekas Pasar Pon yang selamat dari terbakar tahun lalu dibongkar, Senin (17/9/2019).

Sejumlah alat berat dioperasikan untuk merobohkan bangunan-bangunan yang sebelumnya masih dioperasikan menjadi toko emas itu.

Perobohan itu berjalan lancar hingga kondisinya rata dengan tanah. Sekadar untuk diketahui, bangunan-bangunan tersebut merupakan bangunan yang selamat dari lalapan air ketika Pasar Pon Terbakar Agustus tahun lalu.

Kapolres Trenggalek Ancam Proses Hukum Jika Ada Aksi Kerusuhan

Pemkab Trenggalek Akan Bangun 3 Jalur Baru untuk Pemula di Tebing Sepikul

Ratusan Orang Akan Ikuti Indonesia Climbing Festival di Trenggalek

Kasatpol PP Kabupaten Trenggalek Ulang Setyadi mengatakan, pembongkaran paksa dijalankan setelah para pengguna bangunan itu tak mengindahkan peringatan yang diberikan sebelumnya.

"Mereka tidak ada itikad baik untuk membongkar sendir. Dengan terpaksa akhirnya kami bongkar secara paksa. Setelah sebelumnya kami beri tenggat waktu," kata Ulang, sela perobohan.

Surat pemberitahuan untuk pembongkaran mandiri, kata dia, sudah diberikan jauh-jauh hari. Bahkan, terdapat papan peringatan pengosongan kios per tanggal 21 Maret 2019 di sekitar lokasi.

"Karena pertimbangan kemanusiaan, mereka masih diberikan toleransi hingga batas waktu hingga akhirnya hari ini kami bongkar," ujarnya.

Sisa bangunan bekas Pasar Pon akan dibongkar secara bertahap. Begitu kata Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek Yudi Sunarko.

Pemetaan Pembangunan Pasar Pon menunjukkan, imbas bukan hanya pada bangunan toko emas yang saat ini dibongkar. Tapi juga beberapa bangunan lain, seperti Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek dan Taman Kanak-kanak Adhiyaksa.

Ia bilang, pengelolaan Pasar Pon nantinya berasal dari dua aset.

"Tapi untuk pemindahan seperti BNNK masih menunggu. Tapi khusus untuk pasar, kami targetkan hari ini rampung," ujarnya.

Ia menjelaskan, pasar akan dibangun secara multiyear, atau dua kali penganggaran. Setidaknya, anggaran untuk membangun pasar itu mencapai Rp 90 miliar.

"Untung anggaran itu, informasi yang kami terima sudah masuk di meja Presiden. pinsipnya kita memunggu jadwal dari pusat," ucap Yudi.

Pasar Pon nantinya akan mengusung konsep bangunan hijau. Detail gambar untuk pasar yang luasnya sekitar 1,2 hektare itu masih dalam tahap pematangan. Rencananya, dinas baru akan membagikan gambar bangunan Pasar Pon apabila telah rampung.

"Untuk pasar nanti karena harus memenuhi syarat green building, maka spesifikasi teknis, layout, dan penggunaan material harus ramah lingkungan," tuturnya

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved