Jukir Tarik Tarif Rp 50 Ribu untuk Parkir Bus, Polisi Minta Pemkot Malang Tegakkan Perda Soal Parkir

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, meminta kepada Pemerintah Kota Malang untuk melakukan penegakan Perda.

Jukir Tarik Tarif Rp 50 Ribu untuk Parkir Bus, Polisi Minta Pemkot Malang Tegakkan Perda Soal Parkir
SURYA/RIFKY EDGAR
Kapolsek Klojen, Kompol Budi saat menginterogasi Panut (51), seorang juru parkir yang menarik tarif bus sebesar Rp 50 Ribu yang parkir di Alun-Alun Kota Malang. Kini panut sedang diamankan di Polsek Klojen untuk dimintai keterangan, Senin (17/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, meminta kepada Pemerintah Kota Malang untuk melakukan penegakan Perda.

Hal itu dilakukan, setelah ada juru parkir yang mematok tarif Rp 50 ribu kepada sebuah bus pariwisata yang parkir di Alun-alun Kota Malang.

"Kami mohon kepada pihak Pemkot Malang untuk melakukan penegakan Perda. Karena tidak menutup kemungkinan banyak oknum-oknum jukir yang menarik tidak sesuai dengan tarif Perda," ucapnya, Selasa (18/6/2019).

AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, kasus ini sebenarnya ditangani oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Malang.

Juru Parkir yang Tarik Tarif Rp 50 Ribu untuk Parkir Bus di Malang Urung Dipidana

Jorge Lorenzo Kembali Alami Insiden di Catalunya, Berikut Hasil Sesi Tes Tengah Musim MotoGP 2019

Tiket Arema FC vs Persib Bandung Bisa Direfund Mulai Hari Ini, Batas Terakhir Refund 20 Juni 2019

Untuk itu, dirinya akan menyesuaikan penindakan sesuai dengan kebijakan Perda.

"Tindakan yang paling realistis yang pertama adalah mengutamakan Perda. Apabila kebijakan Perda dirasa kurang, kami menekankan kepada yang bersangkutan untuk membuat pernyataan," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (18/6/2019).
Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (18/6/2019). (SURYA/RIFKI EDGAR)

Terkait kasus ini, polisi urung melakukan tindakan pidana kepada yang bersangkutan, lantaran kasusnya tidak memenuhi unsur-unsur pidana.

Dijelaskan AKP Komang Yogi Arya Wiguna, jukir yang bernama Panut (51) ini baru sekali melakukan pemungutan di luar tarif Perda.

Polisi juga belum menemukan unsur paksaan dan ancaman yang dilakukan oleh Panut.

Pelatih Arema FC Tak Kendurkan Intensitas Latihan, Meski Laga Lanjutan Liga 1 2019 Masih Lama

Rekonstruksi Pembunuhan dan Mutilasi di Pasar Besar Malang, Sugeng Ungkap Alasan Menato Tubuh Korban

"Jadi, untuk ranah pidana unsur-unsurnya belum cukup, karena memang yang bersangkutan baru sekali melakukan perbuatan," ucapnya.

Meski demikian, AKP Komang Yogi Arya Wiguna tak menampik aksi yang dilakukan oleh Panut ini mengandung unsur premanisme.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembinaan dan efek jera agar menjadi sebuah pembelajaran dari para jukir nakal.

"Tahapan pelakuan premanisme memang ada pemungutan liar. Tapi kami lihat dulu tindakan dari aspek premanisme seperti apa. Yang pasti kepada pelaku akan kami kenai wajib lapor dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kejadian ini lagi," tandasnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved