Kilas Balik

Kemarahan Pendiri Kopassus hingga Pernah Tempeleng Soeharto, Berawal dari Laporan Presiden Soekarno

Pernah terjadi dalam sejarah saat Letkol Soeharto ditempeleng oleh perwira pendiri Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Alex E Kawilarang.

Kemarahan Pendiri Kopassus hingga Pernah Tempeleng Soeharto, Berawal dari Laporan Presiden Soekarno
Twitter via Tribunnews dan Facebook via TribunJambi.
Alex Kawilarang dan Soeharto semasa muda. 

TRIBUNJATIM.COM - Pernah terjadi dalam sejarah saat Letkol Soeharto ditempeleng oleh perwira pendiri Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Alex E Kawilarang.

Kejadian itu berawal dari laporan Presiden Soekarno.

Simak selengkapnya!

7 Aksi Paspampres Kawal Presiden, Gagalkan Tembakan ke Soekarno Saat Salat hingga Bohongi Soeharto

VIRAL Lagi Ajudan Ganteng Pinjami Jokowi Punggung untuk Tanda Tangan, Ternyata Udah Nggak Jomblo!

Soeharto semasa muda dan soeharto saat tua
Soeharto semasa muda dan soeharto saat tua (kolase Tribunnews, TribunJatim.com)

Kemurkaan Tentara Saat 1 Foto Terakhir Soekarno Sebelum Wafat Tersebar, 2 Anaknya Sampai Diperiksa

Diketahui, sosok Alex Evert Kawilarang merupakan nama yang tak asing lagi dikenal dalam sejarah dunia militer Indonesia.

Pria kelahiran Batavia (kini Jakarta), 23 Februari 1920 ini pernah menempeleng Presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Penempelengan tersebut terjadi ketika Kawilarang menjabat sebagai Panglima selaku atasan dari Letkol Soeharto.

Dilansir dari Tribunnews (grup TribunJatim.com), sekitar tahun 1950-an, sebagai Panglima Wirabuana, Alex E Kawilarang melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman.

Namun Soekarno justru menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) Belanda sudah menduduki Makassar.

Nasib Sarwo Edhie Pasca G30S/PKI, Sering Melamun hingga Dicopot dari Jabatannya: Bunuh Saja Aku

Soeharto Ternyata Sudah Siapkan Penggantinya Sebelum Mundur Jadi Presiden: Ada, Saya Tidak Berambisi

Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar saat itu juga dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.

Mendengar radiogram tersebut, Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.

Halaman
1234
Penulis: Ani Susanti
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved