Rekonstruksi Kasus Mutilasi Kota Malang, Tersangka Peragakan 38 Adegan

Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi di Gedung Eks Matahari Department Store Pasar Besar, Kota M

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Kota Malang, Tersangka Peragakan 38 Adegan
aminatus sofya/tribunjatim
Tersangka kasus mutilasi di Kota Malang, SG, saat mempergakan adegan dalam rekonstruksi. Foto: TribunJatim/Sofy 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi di Gedung Eks Matahari Department Store Pasar Besar, Kota Malang.

Rekonstruksi tersebut menghadirkan tersangka berinisial SG, jaksa dan beberapa anggota polisi. Total, ada 38 adegan dipergakan SG saat pembunuhan dan mutilasi itu berlangsung.

"Rekonstruksi menggambarkan kesesuaian fakta yang disampaikan tersangka dalam BAP dan sebenarnya. Jadi perbuatan riil yang dilakukan oleh tersangka," tutur Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Hadi Putra, Selasa (18/6/2019).

Ia menjelaskan ada dua lokasi yang dipilih untuk proses rekonstruksi. Lokasi pertama berada di sekitar Kelenteng En Ang Kiong tempat SG pertama kali berjumpa dan berkenalan dengan korban.

Sementara lokasi kedua adalah Pasar Besar tempat pembunuhan dan mutilasi dilakukan.

Identitas Korban Sugeng Si Pemutilasi di Malang Misteri, Polisi Identifikasi Tulisan Pelaku di TKP

Potongan Kaki Manusia di Bahu Tol Jombang Diduga Milik Korban Kecelakaan

KM Arim Jaya Tak Miliki Manifes Penumpang, Polda Jatim Belum Bisa Pastikan Jumlah Penumpang

"Tiga adegan di sekitar kelenteng dan lainnya di Pasar Besar. Namun adegan paling penting ada di Pasar Besar," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Hingga saat ini, identitas korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang masih belum terungkap. Polisi gagal melakukan pemeriksaan sidik jari lantaran bagian jari telah mengeras atau termumifikasi.

"Kami mendapat dua laporan kehilangan orang, tapi setelah ciri-ciri fisik dicocokkan belum sesuai," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Komang berjanji segera melengkapi BAP kasus mutilasi itu agar bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Saat ini, BAP masuk tahap 1 atau masih P19.

"Masih tahap 1 tinggal melengkapi keterangan saksi. Jadi masih P19, insyaAllah segera P21," pungkasnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved