Seniman THR Surabaya Kalang Kabut Anggap Perintah Batas Pengosongan Terlalu Mepet

Rogo (58) tampak sibuk mengemas pakaian tradisional koleksi pribadinya di teras Gedung Pringgodani di kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya,

Seniman THR Surabaya Kalang Kabut Anggap Perintah Batas Pengosongan Terlalu Mepet
SURYA/NURAINI FAIQ
Suasana Kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) yang selama ini menjadi tempat latihan seniman Surabaya, Selasa (21/5/2019). Gedung Pringgondani yang biasa untuk manggung seniman kini digembok. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sugeng Wiyono alias Pak Rogo (58) tampak sibuk mengemas pakaian tradisional koleksi pribadinya di teras Gedung Pringgodani di kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, Rabu
(12/6).

Sejak ada surat somasi untuk pengosongan THR dari Pemkot Surabaya melalui Kejari Surabaya pada 27 Mei 2019, para seniman yang menempati Gedung Pringgodani merasa cemas. Dalam somasi itu, para seniman diminta untuk mengosongkan kawasan THR paling lambat 14 hari atau 10 Juni 2019.

Melihat jangka waktu yang diberikan sangat pendek, para seniman kalang kabut. Mereka tak tahu harus tinggal di mana. Tak semua dari para seniman memiliki tempat tinggal pribadi. Para seniman juga didominasi dari luar Surabaya, di antaranya dari Ponorogo, Kediri, dan Krian.

Pak Rogo sendiri kurang lebih sudah 30 tahun menetap di THR. Dia tinggal bersama tiga anak dan tiga cucu di bilik-bilik yang berada di sisi kanan pintu masuk Gedung Pringgodani. Selain menjadi seniman, Pak Rogo juga menyewakan pakaian tradisional miliknya untuk menyambung hidup.

"Kalau sudah saya kemas begini kan sedikit banyak pemerintah tahu kalau saya nurut perintahuntuk dikosongkan. Tapi perintah pengosongan harusnya tidak diberikan dengan jangka waktu yang singkat hanya 2 minggu. Saya tak tahu harus tinggal di mana, masih mikir belum ada uang," celetuknya, Rabu.

Dirinya bercerita, beberapa tahun yang lalu tak ada permintaan pengosongan THR dari pemkot.
Ia pun merasa kaget ketika ada permintaan pengosongan THR secara tiba-tiba.

"Sebelumnya tidak ada permintaan pengosongan. Baru kali ini kami mendapat perintah pengosongan THR," katanya.

DPRD Panggil Pemkot Surabaya, Tidak Boleh Arogan Terhadap Seniman

Berdalih Untuk Biaya Pengobatan, Komplotan Penggendam ini Raup Rp 56 Juta dari Korbannya

Curhatan Mayangsari Soal Keluarga serta Orang Tua, Ungkap Sifat Asli dan Ekspos Wajah Besan Soeharto

Dia mengungkapkan, sebetulnya para seniman tak pernah menentang peraturan pemerintah. Pak Rogo juga paham betul bila THR merupakan aset pemkot. Namun, alangkah baiknya tempat pertunjukan seni yang direncakanan pengganti THR dirampungkan terlebih dahulu, sebelum meminta seniman untuk angkat kaki.

"Setidaknya kalau pengganti THR (Hi-Tech Mall lantai atas) sudah jadi dan lebih bagus kami merasa diperhatikan. Hi-Tech Mall belum jadi, kami sudah disuruh mengosongkan," paparnya.

Selain bingung persoalan tempat tinggal, mereka juga kesulitan menggunakan tempat untuk pementasan. Beberapa hari yang lalu pintu masuk Gedung Pringgodani juga telah digembok  Gamelan aset pemerintah yang berada di dalam gedung juga sudah diangkut.

Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan tempat pengganti pementasan di Balai Pemuda. Namun, dia menilai Balai Pemuda kurang sesuai untuk menggelar pementasan kesenian tradisional. Pasalnya, di sana tidak ada perlengkapan dan properti pendukung pementasan.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved