Air PDAM Lamongan Berwarna Coklat, Tidak Beda Jauh dengan Air Teh

Sejak empat hari terakhir, air PDAM yang dipasok ke ribuan pelanggan di Lamongan berwarna keruh, seperti air teh.

Air PDAM Lamongan Berwarna Coklat, Tidak Beda Jauh dengan Air Teh
surya/Hanif Manshuri
Warna air PDAM yang diterima ribuan pelanggan di Lamongan. Warna keruh dan berubah seperti air teh, Rabu (19/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sejak empat hari terakhir, air PDAM yang dipasok ke ribuan pelanggan di Lamongan berwarna keruh, seperti air teh.

Kondisi yang demikian sudah dilaporkan dan menjadi keluhan para pelanggan, namun sampai saat ini kondisi air PDAM masih bermasalah. Konsumen juga tidak mungkin memakainya untuk memasak atau air minum, kecuali untuk mandi dan cuci.

"Kalau untuk nyuci ya harus endapkan dulu," kata Faisol Siah, pelanggan warga Tumenggungan kepada Tribunjatim.com
, Rabu (19/6/2019).

Tak hanya Faisol, para pelanggan lainnya minta pihak menejemen PDAM segera mencari solusi agar warna air yang dialirkan ke konsumen bisa kembali seperti semula.

Air keruh seperti yang disampaikan oleh pelanggan PDAM diduga karena pengolahannya yang tidak maksimal. Apalagi ini sudah berlangsung sejak empat hari terakhir ini.

Tambahan Penghasilan untuk PNS Sampang Segera Dibayarkan Beserta Gaji ke-13, Berapa Nominalnya?

Persebaya Vs Madura United, Manajemen Persebaya Bangun Semangat Optimisme Juara Piala Indonesia

Iis Dahlia Dikritik Para Ibunda saat Beri Saran ke Sarwendah Agar Thania Putri Onsu Berhenti Cegukan

Pelanggan PDAM juga dibuat sibuk sebagai akibat warna air tersebut. Kamar mandi warnanya berubah total, termasuk porselin kamar mandi yang juga terdampak.

"Kesel membersihkan mas,. Seperti air teh, semi," kata Faisol kepada Tribunjatim.com.

Kondisi itu diketahui oleh warga, setelah sebelumnya warga mencoba mempompa air PDAM untuk dimasukan ke tandon penampungan, namun air yang keluar justru keruh.

Parahnya lagi, selain kondisi air keruh, tingkat kelancarannya juga berkurang. Ini juga menimbulkan kekecewaan bagi para pelanggannya.

Ribuan konsumen khawatir, kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Sementara mulai masuk musim kemarau.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved