Banyak WNA Yang Bekerja di Pasuruan, Tapi Yang Kantongi SKTT Sedikit

Kabupaten Pasuruan memang dikenal sebagai kabupaten industri. Wajar saja, ribuan perusahaan besar, menengah, hingga kecil tumbuh subur di kabupaten

Banyak WNA Yang Bekerja di Pasuruan, Tapi Yang Kantongi SKTT Sedikit
(Surya/Galih Lintartika)
Suasana Kantor Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kabupaten Pasuruan memang dikenal sebagai kabupaten industri. Wajar saja, ribuan perusahaan besar, menengah, hingga kecil tumbuh subur di kabupaten ini.

Seiring dengan kemajuan industri, tentunya banyak pekerja asing yang masuk di Pasuruan.

Warga Negara Asing (WNA) banyak dipekerjakan di sejumlah perusahaan yang notabene merupakan perusahaan PMA atau Penanaman Modal Asing.

Dari data terakhir, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan, ada 200 orang WNA yang bekerja di Pasuruan.

Sayangnya, dari jumlah tersebut, tidak semuanya memiliki Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan. Hanya ada belasan orang yang mengajukan SKTT setiap tahunnya.

“WNA yang bekerja di sini cukup banyak. Tapi, yang memiliki SKTT keluaran Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan sedikit. Tidak semuanya memiliki SKTT,” kata Yudha Tri Widya Sasongko, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan.

Air PDAM Lamongan Berwarna Coklat, Tidak Beda Jauh dengan Air Teh

Polemik Mutasi ASN Pemkab Malang, Ketua DPRD: Pelantikan Tanggal 31 Mei Itu Dibatalkan

Rocky Gerung Disebut Santun Saat Analisa Sidang MK, Maruarar Sirait: Mungkin Dia Tahu 01 akan Menang

Ia mencatat, hanya ada sekitar 12 WNA yang mengajukan SKTT hampir setiap tahunnya. Hal itu berbanding terbalik dengan jumlah WNA yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pasuruan.

Kendati demikian, menurut Yudha, hal itu bukan tanpa alasan. Kebanyakan, WNA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan lebih banyak tinggal di luar kota. Sehingga, mereka tidak harus memiliki SKTT tersebut.

“Mereka kebanyakan tinggal di luar kota, seperti Surabaya atau Malang, dan Sidoarjo. Sehingga, mereka tidak memiliki SKTT yang dikeluarkan Kabupaten Pasuruan. Dan itu tidak masalah, selama mereka tidak tinggal di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Meski begitu, mantan Kasatpol PP inj menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan monitoring terhadap WNA tersebut.

Selama ini, lanjut dia, upaya monitoring itu tetap dilakukan. "Kami biasanya, bekerja sama dengan pihak imigrasi, dan pihak terkait. Ada temuan WNA yang tinggal di Pasuruan tapi tidak mengurus SKTT, akan kami tindak tegas," pungkas dia. (lih/Tribunjatim)

 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved