Demo Mahasiswa PMII Tagih Janji Kartu Petani Mandiri Berujung Kecewa, Tak Ditemui Bupati Bojonegoro

Demo Mahasiswa PMII Tagih Janji Kartu Petani Mandiri Berujung Kecewa, Tak Ditemui Bupati Bojonegoro.

Demo Mahasiswa PMII Tagih Janji Kartu Petani Mandiri Berujung Kecewa, Tak Ditemui Bupati Bojonegoro
SURYA/M SUDARSONO
Aksi PMII Bojonegoro saat di depan kantor Pemkab setempat, Rabu (19/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Aksi unjuk rasa PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro di kantor Pemkab harus menelan kekecewaan, Rabu (19/6/2019).

Pasalnya, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah tidak menemui para aktivis yang menyuarakan aspirasi para petani itu.

"Kita kecewa tidak bertemu Bupati, apalagi ada petugas Satpol PP yang bilang Bupati masih di Inggris," Kata Ketua PC PMII Bojonegoro, Nur Hayan saat aksi.

Polres Bojonegoro Sebut Politik Identitas dan Penyebaran Isu Masih Berlaku saat Pilkades Serentak

Dugaan Curi Start PPDB di SMKN 1 Tambakboyo Bojonegoro, Dindik: Tidak Bisa, Kaitannya dengan PIN

Akademi Komunitas Negeri Polinema Bojonegoro Terancam Tutup, Ini Penyebabnya

Aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa yang beratribut bendera kuning itu untuk mengawal janji politik Anna Muawanah-Budi Irawanto, terhadap petani.

Anna berjanji akan memberikan bantuan Rp 10 juta kepada petani yang terdaftar dan memiliki Kartu Petani Mandiri (KPM).

Namun, saat ini KPM hanya dimiliki segelintir petani. Sisanya masih terabaikan.

"Dari jumlah 1540 petani hanya 137 petani saja yang menerima KPM dan sisanya masih belum mendapatkan," Bebernya.

Mahasiswa juga meminta Bupati merevisi Perbub no 48 tahun 2018, pasal 5 dan 7, tentang pertanian.

Data yang dihimpun Tribunjatim.com, Anna Muawanah bersama rombongan yang berjumlah empat orang disebut menghadiri undangan Young Indonesian Profecionals Asosiation (YIPA) di Inggris selama tujuh hari, mulai 11-18 Juni 2019.

Rombongan empat orang yang diajak Bupati di antaranya suaminya Muh Ali Duppa yang juga sebagai anggota dewan riset daerah.

Ada juga PJ Sekda, Yayan Rohman, Kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD), Herry Sudjarwo, dan Sekpri Bupati, Rachmad Sholeh Farokhi.

Total biaya perjalanan selama tujuh hari tersebut hampir Rp 1 Miliar, detailnya yaitu Rp 954.882.012, menggunakan APBD 2019.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved