Gegara Ditabrak Saat Jemput Anak, Korban dan Terdakwa Enggan Damai, Berujung Sidang di PN Surabaya

Gegara Ditabrak Saat Jemput Anak, Korban dan Terdakwa Enggan Damai, Berujung Sidang di PN Surabaya

Gegara Ditabrak Saat Jemput Anak, Korban dan Terdakwa Enggan Damai, Berujung Sidang di PN Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Lauw Vina (paling kanan) memberikan kesaksian saat dirinya ditabrak di parkiran SD Merlion School, Rabu, (19/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berdamai saja tidak cukup bagi Lauw Vina yang menjadi korban sekaligus bersaksi dalam sidang kasus dugaan menabrak hingga mengakibatkan patah tulang itu.

Bahkan, Ketua majelis hakim Yulisar sempat menengahi kedua wali murid SD Merlion School ini agar saling memaafkan. Namun, tawaran itu ditolak.

Vina sebagai saksi korban menolak memaafkan terdakwa Imelda Budianto. Dia berdalih peristiwa tersebut tidak bisa menghilangkan trauma anaknya.

Perempuan Asal Kota Malang Tewas Tertabrak Kereta Api di Blitar, Diduga Berniat Menabrakkan Diri

Tabrakan Maut di Tol Pandaan-Malang, Mobil Inova Terbakar, 5 Orang Luka Ringan

Juru Parkir yang Tarik Tarif Rp 50 Ribu untuk Parkir Bus di Malang Urung Dipidana

Mengingat saat dia ditabrak, anaknya berada tepat di sampingnya.

"Anak saya sampai sekarang tidak bisa hilang traumanya. Saya tidak bisa Yang Mulia," ujar Vina, Rabu, (19/6/2019).

Imelda juga menolak damai. Dia yang duduk di samping pengacaranya menggelengkan kepala tanda penolakan.

"Saya mau jembatani supaya saling memaafkan. Tapi proses hukum tetap. Kalau mau berdamai, kalau tidak, saya tidak memaksa," kata Yulisar di Ruang Sidang Kartika 1, PN Surabaya.

Yulisar pun menghargai keputusan kedua wali murid ini. Mereka sepakat untuk sama-sama melihat pembuktian kebenaran dalam putusan majelis hakim.

Vina, antusias menceritakan kronologis penabrakan dirinya oleh terdakwa Imelda Budianto saat dihadirkan sebagai saksi. Beberapa kali dia berdiri di hadapan majelis hakim memperagakan peristiwa yang terjadi di SD Merlion School 25 Januari 2019 lalu.

Kasus ini bermula dari parkir mobil sekolah tersebut. Vina yang siang itu menjemput anaknya sekolah tidak dapat tempat parkir untuk mobilnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved