Inilah Wawancara dengan Hartono Warga LUmajang yang Selamat dari Pembunuhan

Kasus dugaan suami gadaikan istri di Lumajang, Jawa Timur, ternyata bermula dari upaya licik Hori (43) mengumpankan istrinya, Lasmi, kepada Hartono

Inilah Wawancara dengan Hartono Warga LUmajang yang Selamat dari Pembunuhan
sri wahyunik/surya
warga lumajang Hartono dan Lasmi luput dari pembunuhan 

Surya : apakah memang Lasmi yang kemudian ikut dengan anda?
Hartono : Ya, dia sendiri yang ikut. Saya memang kasihan sama dia. Kata dia 'tidak ada makanan di sini, sama Hori tidak dikasih makan'. Hori juga pergi ke Kalimantan.

Surya : Berapa lama Lasmi ikut di rumah anda?
Hartono : Ya sudah tujuh bulan ini. Setelah satu bulan Lasmi di rumah saya, Hori pulang dari Kalimantan. Tetapi Hori tidak pernah ke rumah saya, juga tidak pernah ada komunikasi sama sekali.

(Lasmi tinggal di rumah Hartono bersama dengan ibu dan adik perempuan Hartono).

Surya : Termasuk komunikasi yang Hori bilang 'saya bayar utangku dengan tanah, dan kembalikan istri saya',?
Hartono : Tidak ada, tidak ada dia cakap begitu. Tidak pernah ada komunikasi, ketemu atau telepon. Lasmi tidak jadi jaminan utang itu. Dia ikut saya karena tidak dikasih makan, juga sering dipukul. Tidak benar ada gadai atau jaminan itu.
Surya : Semenjak Hori pulang dari Kalimantan berarti tidak pernah bertemu dengan Hori sama sekali?
Hartono : Tidak pernah. Tahu-tahu ada kejadian kemarin itu (pembacokan terhadap Hola).

Surya : anda tidak ada firasat Hori akan membalas dendam pada anda, karena istrinya ada di rumah anda?
Hartono : Tidak, saya merasa tidak ada salah ke dia. Tapi saat malam kejadian itu, saya diberitahu teman saya kalau Hori jalan malam-malam di desa saya sambil bawa celurit. Saat itu saya merasa kalau dia akan mencelakai saya. Ketika itu saya sedang silaturahmi ke rumah Pak Tinggi (sebutan untuk kepala desa). Karena mendengar informasi itu, saya memang ingin agak lama di rumah Pak Tinggi, meski saya tidak ngomong tentang kecurigaan saya tentang Hori. Rupanya ada kejadian itu. Saat mendengar ada yang dibacok, dan pelakunya Hori, saya tidak keluar dari rumah Pak Tinggi. Baru jam 11 malam, dan sudah sepi saya baru pulang ke rumah.

Surya : Harapannya saat ini apa?

Hartono : Saya ingin hidup tenang. Hidup sudah susah, tidak ada uang. Uang habis ditipu Hori. Mau hidup tenang, rumah tangga saya sama Lasmi juga tenang.

Hartono mengaku dua bulan lalu, dia menikahi Lasmi secara siri. Hartono mengaku tidak mengetahui status pernikahan Lasmi dan Hori. Dia menikahi Lasmi karena merasa sayang dan cinta kepada perempuan itu. Hartono juga mendukung pilihan Lasmi jika ingin memelihara anak kandungnya yang dijual Hori kepada tetangganya. (Sri Wahyunik /Tribunjatim)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved