Jelang Pilkades Serentak, Kejari Gresik Banyak Aduan Dugaan Penyelewengan Dana Desa

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mewanti-wanti mantan kepala desa terhadap penggunaan anggaran. Sebab banyak laporan masyarakat yang masuk terkait dug

Jelang Pilkades Serentak, Kejari Gresik Banyak Aduan Dugaan Penyelewengan Dana Desa
istimewa
Ilustrasi pilkades

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mewanti-wanti mantan kepala desa terhadap penggunaan anggaran. Sebab banyak laporan masyarakat yang masuk terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa, palagi menjelang pilkades serentak.

Humas Kejari Gresik Bayu Probo S, mengatakan, banyak masyarakat yang melaporkan dugaan penyelewengan dana desa kepada Kejari Gresik, sebab hal ini terkait adanya pemilihan kepala Desa (Kades) secara serentak di Kabupaten Gresik. Jumlahnya sekitar 265 Desa.

"Banyak yang lapor terkait masalah keuangan menjelang Pilkades," kata Bayu kepada Tribunjatim.com
Selasa (18/6/2019).

Dari banyaknya laporan dan pengaduan tersebut, tim penyidik Kejari Gresik masih memilah dan milih berkas yang masuk. Sebab jumlahnya sangat banyak.

"Termasuk dari Bawean juga ada. Dari wilayah Kecamatan Sangkapura," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Imbauan itu disambut baik oleh anggota LSM Cakra Ali Candi. Bahwa, penggunaan dana desa diperuntukkan untuk pembangunan desa, bukan untuk memperkaya Kades maupun kroni-kroninya. Sehingga, dana desa yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Lahan Penuh Ilalang di Kota Mojokerto Ludes Terbakakar, Bikin Warga Panik

Tak Bermaksud Nodai Perayaan Ultah Persebaya, Dejan Antonic Tetap Berjuang Menangkan Madura United

VIRAL Perselingkuhan di Facebook Berujung Suami Bakar Istri Hidup-hidup, Pelaku Juga akan Bunuh Diri

"Wajar kalau kinerja buruk mantan Kades yang mencalonkan kembali, sebab masyarakat sudah bisa menilai, bahwa diduga kades tersebut telah menyalahgunakan wewenang dana desa," kata Ali.

Bahkan, dari banyaknya mantan kades yang mencalonkan kembali menjadi Kepala Desa, banyak ditemukan anggaran pembangunan yang tidak sesuai dengan besarnya anggaran. (Sugiyono/Tribunjatim)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved