Saksi dari Tim Hukum 02 Ungkap 4 Kejanggalan Terkait DPT, Dari NIK Siluman hingga Pemilih Ganda

4 kejanggalan terkait DPT yang dibeberkan saksi fakta 02, ada Pemilih di bawah umur hingga NIK di kecamatan siluman

Saksi dari Tim Hukum 02 Ungkap 4 Kejanggalan Terkait DPT, Dari NIK Siluman hingga Pemilih Ganda
Kompas.com
Sejumlah saksi dari pihak pemohon kembali ke ruangang saksi setelah diambil sumpahnya saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari pihak pemohon. 

TRIBUNJATIM.COM - Idham Amiruddin yang merupakan konsultan analisis data base menyebut empat jenis rekayasa data kependudukan dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang digunakan dalam pemilihan umum 2019.

Kesaksian itu disampaikan langsung oleh Idham Amiruddin saat berada dalam sidang ketiga sengketa hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6/2019).

Hanya saja, Idham memyngaku memperoleh DPT dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada Februari 2019.

Pengakuan Ajudan Saat Bantu Soekarno Melarikan Diri Ketika Soeharto Berkuasa, Gagal karena 1 Hal

Tim Jokowi-Maruf Tanya 1 Hal ke Agus Maksum, Tiga Hakim MK:Apa yang Ingin Anda Kejar?

"Saya mengambil di kantor DPP Gerindra. Yang beri ke saya Heri Sumartono bagian IT DPP Gerindra," kata Idham.
Menurut pengakuan Idham, polirtisi Gerindra tidak meminta Idham untuk menganalisis DPT tersebut.

Namun, Idham berinsiatif untuk menelusuri dugaan kecurangan tersebut dan didapati empat jenis rekayasa data kependudukan yaitu, nomor induk kependudukan siluman, pemilih di bawah umur, pemilih ganda dan nomor induk kependudukan kecamatan rekayasa.

Tak tanggung-tanggung, dalam penelusurannya ia menemukan data NIK di kecamatan siluman atau kecamatan yang tidak sesuai.

Bambang Widjojanto Kecewa Dengar Jawaban KPU di Sidang Sengketa Pilpres, Sebut KPU Percaya Diri

Ia pun mencontohkan jumlah kecamatan di Bogor lebih dari 40 kecamatan.

"Pada kolom kode kecamatan. Di Bogor itu cuma ada 40 kecataman, tapi di sana ada lebih. Ini yang disebut NIK berkecamatan siluman," ujar Idham dalam sidang sengketa hasil pilpres di gedung Mahkamah Konstitusi ( MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

"NIK siluman jumlah seluruhnya 56.832, yang ini paling banyak di Bengkulu tapi saya lupa jumlahnya," ucap dia.

Mengenai NIK rekayasa adalah NIK yang elemen datanya salah yaitu kode NIK untuk laki-laki dan perempuan yang tidak sesuai.

Idham kembali memberi contoh soal data NIK rekayasa itu berjumlah 10.901.715. Jumlah tertinggi ada di Kabupaten Bogor.

Faldo Maldini Sebut Prabowo Tak Akan Menang Sidang Sengketa Pemilu di MK: Pasti Lu Pengen Bully Gue

Halaman
12
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved