Tim Jokowi-Ma'ruf Tanya 1 Hal ke Agus Maksum, Tiga Hakim MK:Apa yang Ingin Anda Kejar?

Sirra Payuna disemprot Tiga Hakim Majelis Konstitusi lantaran beri pertanyaan yang seharusnya untuk tim ahli hukum kepada saksi 02

Tim Jokowi-Ma'ruf Tanya 1 Hal ke Agus Maksum, Tiga Hakim MK:Apa yang Ingin Anda Kejar?
tayangan Youtube Kompas TV
Tiga Hakim Majelis Konstitusi (MK), I Dewa Gede Palguna, Aswanto dan Suhartoyo menegur anggota tim hukum Jokowi-Maruf Amin, Sirra Prayuna. 

TRIBUNJATIM.COM - Pada sidang ketiga sengketa hasil Pilpres 2019 hari Rabu (19/6/2019), tiga Hakim Majelis Konstitusi (MK), I Dewa Gede Palguna, Aswanto dan Suhartoyo menyemprot dan menegur anggota tim hukum Jokowi-Maruf Amin, Sirra Prayuna.

Teguran yang disampaikan oleh I Dewa Gede Palguna, Aswanto dan Suhartoyo berawal dari Sirra Prayuna yang mengajukan sebuah pertanyaan kepada saksi fakta dari pihak Prabowo-Sandiaga, Agus Maksum di sidang ketiga sengketa hasil Pilpres 2019.

Pengakuan Ajudan Saat Bantu Soekarno Melarikan Diri Ketika Soeharto Berkuasa, Gagal karena 1 Hal

Jokowi Sebut Adian Napitupulu dan Aktivis 98 Bisa Isi Kursi Menteri, Lihat Reaksi Adian Napitupulu

Sehingga, Suhartoyo menilai pertanyaan dari Sirra Payuna seharusnya untuk tim ahli hukum 02 dan memintanya  untuk mengganti pertanyaan tersebut.

Tampak Agus Maksum kini menjadi saksi pertama yang memberi kesaksian dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Agus Maksum menjadi saksi dari tim hukum Prabowo-Sandiaga sebagai pemohon.

Di tengah-tengah persidangan, Agus menyatakan soal temuan DPT, KTP, dan KK invalid.

Bambang Widjojanto Kecewa Dengar Jawaban KPU di Sidang Sengketa Pilpres, Sebut KPU Percaya Diri

Sedangkan, Agus berada dalam posisis sebagai ahli IT yang menganalisa hal itu mengingat dia merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Teguran kepada Sirra Prayuna bermula saat Sirra Payuna bertanya pada Agus Maksum terkait data penduduk yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri atau DP4.

Pertanyaan dari Sirra Payuna adalah instrumen penting apa yang membuat daftar pemilih sementara (DPS) dapat menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Posisi Ma’ruf Amin Disoalkan Bambang Widjojanto, Pakar Hukum Ungkap Fakta Berbeda: Bukan Ranah MK

"Kalau di dalam sistem validasi untuk DPS menjadi DPT instrumen apa saja yang menjadi titik penting?" tanya Sirra Prayura dikutip TribunJakarta.com dari tayangan langsung Kompas TV.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved