VIDEO Detik-detik Hakim MK Ancam Usir Pengacara Prabowo-Sandi: Stop, Kalau Tidak Saya Suruh Keluar

Hakim Konstitusi Arief Hidayat Ancam Bambang Widjojanto Keluar dari Sidang MK: Pak Bambang Widjojanto Stop, Kalau Tidak Saya Suruh Keluar

Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Januar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat memberi sambutan usai pengucapan sumpah Ketua MK terpilih di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/7/2017). Arief Hidayat kembali terpilih menjadi ketua MK periode 2017-2020 secara aklamasi pada rapat pleno pemilihan Ketua MK yang dilakukan secara tertutup. 

TRIBUNJATIM.COM - Tampaknya, perdebatan panas terjadi di antara Ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto dengan Hakim Konstitusi Arief Hidayat dalam sidang sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (19/6/2019).

Itu seperti yang terlihat dalam sebuah video di akun YouTube Metro TV, Rabu (19/6/2019). 

Berawal dari saksi bernama Idham yang dihadirkan tim hukum 02. Dalam kesempatan ini, yang merupakan konsultan analisis data memberikan kesaksian soal NIK rekayasa.

Hakim Konstitusi Arief Hidayat pun mengatakan apa yang disampaikan oleh pemohon sangat sumir. Sebab hanya dikatakan bahwa Idham akan menyampaikan tentang DPT (.red Daftar Pemilih Tetap) bermasalah.

Lantas Hakim Konstitusi Arief Hidayat menanyakan hal apa lagi yang akan dijelaskan Idham, selain menjelaskan secara pokok DPT bermasalah.

Pengakuan Ajudan Saat Bantu Soekarno Melarikan Diri Ketika Soeharto Berkuasa, Gagal karena 1 Hal

“Pokok-pokoknya apa? Supaya diketahui oleh semuanya dan bisa menyiapkan untuk memperdalam,” tanya Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

“Empat jenis rekayasa data kependudukan yaitu, nomor induk kependudukan siluman, pemilih di bawah umur, pemilih ganda dan nomor induk kependudukan kecamatan rekayasa,” jelas Idham.

Arief Hidayat merasa keterangan yang akan disampaikan Idham Amiruddin sama dengan saksi sebelumnya, Agus M Maksum.

“Saya tidak lihat Pak Agus bersaksi,” jawab Idham.

Ketakutan Ajudan Lihat Reaksi Soeharto Saat Diganggu Demo Anarkis di Jerman, Pistol Sudah di Tangan

“Iya memang nggak mendengar. Jadi saudara kuasa pemohon sebetulnya merugikan anda sendiri. Tadi sudah didiskusikan panjang lebar mengenai hal ini. Ini redundant kalau mau diteruskan atau tidak,” ucap Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

Bambang Widjojanto menilai keterangan Idham penting bagi pembuktian pihaknya, sehingga ia meminta mahkamah mendengarkan terlebih dahulu kesaksian dari Idham.

“Bagian yang pertama, ini memang kesempatan kami Pak untuk menyediakan saksi karena kami meyakini saksi ini akan melengkapi dan saling komplemen dengan saksi sebelumnya. Jadi, jangan dinilai lebih dahulu sebelum didengar keterangannya pak,” ujar Bambang Widjojanto.

“Baik, kalau begitu nanti di dalam rangka penjelasannya kalau dinilai itu redundant saya stop pindah ke yang lain,” Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

“Pak ketua atau majels beliau tidak pernah mendengar,” jelas Bambang Widjojanto.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved