Beredar Foto-foto Aktivitas Napi, Lapas Klas I A Malang Akui Kecolongan

Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Malang mengaku 'kecolongan' atas viralnya foto-foto aktivitas narapidana (napi) di lapas tersebut

Beredar Foto-foto Aktivitas Napi, Lapas Klas I A Malang Akui Kecolongan
TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH
Peringatan hari kemerdekaan RI yang ke 73 serta penyerahan remisi warga binaan di Lapas Klas 1 Lowokwaru Kota Malang pada Jumat (17/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Malang  mengaku 'kecolongan' atas viralnya foto-foto aktivitas narapidana (napi) di lapas tersebut yang diunggah oleh akun facebook atasnama Indra Kusuma.

"Meskipun itu tidak terjadi saat ini, tapi kami mengakui memang kecolongan atas hal itu," kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Klas I A, Giyono, Kamis (20/6/2019).

Giyono menjelaskan, setelah postingan tersebut viral, petugas lapas mencari dan menginterogasi pria yang ada di dalam foto.

Pria itu bernama asli Indra Sugianto yang merupakan napi narkoba dan divonis 4 tahun 3 bulan.

Berdasarkan keterangan Indra Sugianto, foto-foto itu tidak diunggah olehnya melainkan mantan rekannya di Lapas Klas I A yang kini telah bebas.

Wali Kota Surabaya Risma Penuhi Panggilan Kejati jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi YKP dan PT YEKAPE

Hadiri Pernikahan Putri Rais Aam PBNU, KH Marzuki Mustamar Ajak Ulama Bersatu Mengayomi Masyarakat

Presiden Jokowi Disambut Histeris Warga Surabaya saat Datangi Acara Pernikahan Putri Rais Aam PBNU

"Pengunggahnya diduga Karnoto, mantan napi kasus pencurian yang bebas awal Juni lalu," ucap dia.

Menurut Giyono, kemungkinan lolosnya handphone di lapas tersebut sangat kecil karena telah terpasang alat metal detector bahkan pemeriksaan menggunakan sinar X-Ray kepada pengunjung. Selain itu, pemeriksaan fisik dengan cara menggeledah anggota tubuh juga dilakukan.

Ketika ditanya apakah ada petugas lapas yang membantu para napi memasukkan handphone. Giyono menampiknya.

"Kalau itu tidak mungkin. Kami sudah disumpah. Tidak mungkin petugas membantu memasukkan handphone untuk napi," ujarnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved