Jambret Uang Rp 8 Juta di Blitar, Jaket Pelaku Ini Nyantol di Jok Motor, Babak Belur Dihajar Warga

Jambret Uang Rp 8 Juta di Blitar, Jaket Pelaku Ini Nyantol di Jok Motor, Babak Belur Dihajar Warga.

Jambret Uang Rp 8 Juta di Blitar, Jaket Pelaku Ini Nyantol di Jok Motor, Babak Belur Dihajar Warga
SURYA/IMAM TAUFIQ
Setyono (33), pelaku pemjambretan saat diperiksa di Polsek Wlingi 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Gagal melompat ke sepeda motor temannya, Setyono (33), penjahat jalanan ini akhirnya babak belur karena dihajar massa.

Itu terjadi sesaat setelah ia berusaha kabur sehabis menggondol uang Rp 8,226 juta milik Yudi (36), sales produk kesehatan asal Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi Blitar.

Sebanyak 141 PNS di Kota Blitar Pensiun Tahun Ini

Doa Lintas Agama untuk Jalin Kerukunan di Makam Bung Karno Kota Blitar

Heboh! Warga Blitar Dikejutkan dengan Penemuan Mayat Laki-Laki Penuh Luka Tergeletak di Tepi Jalan

Akibat dihajar massa, pelaku yang asal Desa/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini tak hanya gagal mendapatkan uang, namun juga mengalami luka memar-memar di sekujur tubuhnya.

Sementara, temannya, yang sudah diketahui identitas, Mst (28), warga Desa Gedog, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang berhasil meloloskan diri. Sebab, saat Setyono dihajar massa, ia kabur dengan tancap gas ke arah Malang.

"Saat ini petugas sedang memburunya karena identitas dan sepeda motor yang dikendarai, petugas mengetahui semua,' kata Kompol Purdianto, Kapolsek Wlingi, Kamis (20/6).

Menurutnya, aksi kejahatan jalanan itu terjadi di jalan raya Malang-Blitar atau tepatnya di depan sebuah SMK swasta yang ada di Desa Beru, Kecamatan Wlingi.

Itu terjadi pada Rabu (19/6) malam atau sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban bersama temannya, Sulis (56), teman sekampungnya, mengendarai mobil boks L 300.

Korban habis keliling Kota Blitar, untuk menagih uang dari beberapa Apotik. Sebab, korban diketahui penjual produk kesehatan.

"Habis keliling menagih uang, korban hendak pulang. Namun, sebelum pulang, korban bersama temannya berhenti di TKP (jalan raya Malang-Blitar), untuk makan (di warung lalapan)," ungkapnya.

Saat turun ke warung lesehan itu, uang hasil tagihannya tak dibawa, melainkan ditaruh di belakang jok (kursi kemudinya). Hanya hitungan menit karena korban makan meski sudah memesan, melihat ada orang menyelinap di mobilnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved