Asyik, Menikmati Embun Beku di Kawasan Gunung Bromo

Bagi wisatawan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur jangan kaget semisal melihat embun beku atau bun upas atau forst saat berwisata di kawasan ini.

Asyik, Menikmati Embun Beku di Kawasan Gunung Bromo
ISTIMEWA
Fenomena embun upas di Gunung Bromo 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLONGGO - Bagi wisatawan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur jangan kaget semisal melihat embun beku atau bun upas atau forst saat berwisata di kawasan ini.

Embun beku ini bisa memapar hamparan lautan pasir, pepohonan hingga padang rumput di kawasan yang masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini.

Subur Hari Handoyo, Kepala Resort Tengger Laut Pasir, mengatakan, forst atau embun beku atau yang akrab dikenal sebagai bun upas, bagi kalangan warga tengger ini merupakan fenomena alam.

Ia menyebut, fenomena forst ini merupakan siklus musim yang terjadi setiap tahunnya. Bahkan, ini bukan hanya terjadi sekarang, tetapi sudah bertahun - tahun sebelumnya.

"Setiap tahunnya pasti ada. Perkiraannya, bisa diantara bulan Juni - Agustus. Puncaknya biasanya agustus. Kalau sekarang, embunnya masih tipis," katanya saat dikonfirmasi Surya, Jumat (21/6/2019).

Cerita Kevin Aprilio yang Pernah Bangkrut, Ungkap 4 Cara Menghadapi Utang Rp 17 Miliar: Kerja Keras

Raffi Ahmad Ngeprank Mama Rieta Izin Menikah Lagi, Sang Mertua Sampai Marah-marah: Gak Punya Hati!

Deddy Corbuzier Resmi Masuk Islam, Ini Sosok Gus Miftah yang Tuntun Deddy Ucapkan Kalimat Syahadat

Subur menerangkan, saat ini suhu di Bromo, masih dikisaran 5 - 10 derajat celcius. Nah, di bulan agustus , diperkirakan suhu bisa mencapai 0 derajat celcius, bahkan bisa minus.

Tergantung, cuaca alam di sana. Nah, saat agustus itu, embun beku ini semakin tebal. Jadi, bisa lerlihat kristal - kristal seperti bongkahan es selju.

"Masih aman dikunjungi. Kalau mau berkunjung dan mendapatkan hasil maksimal, kisaran pukul 01.00 - 05.30. Silahkan turun ke savana atau lautan pasir. Pasti akan ketemu dengan embun beku ini. Pokoknya jangan sampai matahari terbit, kalau siang sudah tidak ada," jelasnya. (lih/Tribunjatim)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved