Ayam Barapen ala Palimanan Resto & Cafe, Sensasi Makan Ayam yang Dibakar Menggunakan Batu Alam

Palimanan Resto & Cafe pun menyajikan menu ayam bakar yang dimasak dengan tidak biasa.

Ayam Barapen ala Palimanan Resto & Cafe, Sensasi Makan Ayam yang Dibakar Menggunakan Batu Alam
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Mencicipi menu Ayam Barapen di Palimanan Resto & Cafe Surabaya Barat, Jumat (21/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ayam bakar merupakan salah satu menu yang cukuo mudah ditemui. Biasanya, untuk mrmbakarnya, digunakanlah batu arang.

Namun, hadir dengan konsep baru, Palimanan Resto & Cafe pun menyajikan menu ayam bakar yang dimasak dengan tidak biasa.

Melalui menu Ayam Barapen, Palimanan Resto & Cafe mengajak pengunjungnya merasakan sensasi menyantap ayam yang dibakar menggunakan batu alam.

Ayam Barapen salah satu menu andalan Palimanan Resto & Cafe, menu BBQ yang dimasak secara tradisional menggunakam tradisi Barapen dari Papua, Jumat (21/6/2019).
Ayam Barapen salah satu menu andalan Palimanan Resto & Cafe, menu BBQ yang dimasak secara tradisional menggunakam tradisi Barapen dari Papua, Jumat (21/6/2019). (TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD)

Hugo, salah satu Chef Palimanan Resto & Cafe bercerita, Ayam Barapen merupakan menu barbeque (BBQ) tradisional Indonesia, tepatnya papua.

Tradisi barapen merupakan tradisi cara memasak tertua yang ada di Papua, sebagai simbol persaudaraan dan rasa syukur atas berkah melimpah.

Memasak menggunakan tradisi barapen, dilakukan dengan cara menggali tanah terlebih dulu, lalu masukkan bara api dan batuan alam, terakhir masukkan daging, umbi, sayuran, dan bahan makanan lainnya lalu ditutup dengan daun pisang.

"Nah kali ini, kami menghadirkan menu Ayam Barapen yang dimasak dengan cara serupa itu. Hanya, galian tanahnya diganti dengan kendi tanah liat," papar Hugo.

Palimanan Resto & Cafe Launching Konsep Baru BBQ Night untuk Para Pecinta Barbeque, Cobain Yuk!

Di dalam kendi, bagian bawahnya akan terlihat beberapa tumpukan batu, lalu diberi daun pisan di atasnya. Di atas daun pisang itu, ayam dengan bumbu rempah diletakkan dan ditutup kembali dengan daun pisang, sebelum dimasak.

Chef Margi Purwo yang juga merupakan Chef Palimanan Resto & Cafe menambahkan, dalam proses pemasakan ayam barapen, kuncinya ada oada timing dan suhu panas. Apabila berlebihan, hasilnya ayam akan menjadi kering atau hangus.

"Kalau di sini, masaknya kurang lebih tiga jam dengan suhu panas 180 sampai 200 derajat celcius," ungkap Margi.

Salah satu pengunjung Palimanan Resto & Cafe, Rini Puji memaparkan, rasa Ayam Barapen jauh berbeda dengan ayam bakar. Menurutnga, cita rasa Ayam Barapen lebih meresap sampai ke bagian dalam daging.

"Awalnya mau coba saya kira ini ayam nggak matang, setelah dimakan ternyata terasa matang sampai ke dalam dan bumbunya juga terasa kuat. Terus kalau ayam bakar kan biasanya bagian luarnya kering ya, nah ini sama sekali enggak, matangnya rata," papar Rini.

Selain itu, Ayam Barapen dikatakannya memiliki tekstur yang sangat lembut. Ia bahkan cukup mengenakan sendok dan garpu untuk mengurai daginnya.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved