Kerjasama dengan Jerman, Pemkot Malang Buka Lahan Baru 10 Hektar untuk Pembuangan Sampah

Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mulai membangun lahan baru untuk pembuangan sampah di TPA Supit Urang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/RIFKY EDGAR
Lokasi lahan baru tempat pembuangan sampah di TPA Supit Urang Kota Malang yang memiliki luas 10 hektar. Lahan baru ini dianggarkan Rp 200 Miliar hasil dari kerjasama dengan negara Jerman, Jumat (21/6). 

TRIBUNJATIM.COM, SUKUN - Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mulai membangun lahan baru untuk pembuangan sampah di TPA Supit Urang.

Lahan baru tersebut posisinya berada di sebelah barat TPA Supit Urang, luasnya sekitar 10 hektar.

Dengan adanya lahan baru ini, luas TPA Supit Urang kini bertambah luas jadi 40 hektar.

"Lahan baru ini anggarannya dari hasil kerjasama dengan Jerman senilai Rp 200 Miliar. Dan itu diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 6-7 tahun," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau langsung TPA Supit Urang pada Jumat (21/6/2019).

(Kisah Pemilah Sampah di Gunung Limbah Kertas Impor Pungging Mojokerto, Sekolahkan Anak Hingga S2)

Kata Sutiaji, pengadaan lahan baru itu hanya untuk insfratruktur saja, setelah melebihi batas waktu yang ditentukan sudah tidak bisa dipakai lagi.

Untuk itu, pihaknya kini sedang mulai melakukan pengadaan lahan baru, meski banyak dari masyarakat yang menolak daerahnya akan dibangun TPA.

"Sesuai dengan Mou tiga daerah permasalahan terkait sampah ini harus digodok bersama. Kita sudah tidak punya lahan, mesti harus ada penambahan lahan," ujarnya

Dalam tinjauannya tersebut, Sutiaji melihat langsung kondisi TPA Supit Urang pasca dilanda kebakaran.

Petugas DLH juga terlihat masih mengurai gunungan sampah dilokasi kebakaran. Dikarenakan masih terdapat kepulan asap meski api sudah padam.

(Bakar Sampah Kering, Api Merembet ke Warung Makan di Tuban, Nyaris Ludes Terbakar)

"Memang kebakaran kemarin itu karena gas metan. Bukan karena rokok atau apa. Karena itu memang rawan terjadinya kebakaran," ujarnya

Dalam pengelolaan sampah ini, Sutiaji meminta kepada masyarakat untuk melakukan pedoman 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir sampah terutama di lingkungan warga dan di TPS.

"Lha ini akan kita coba terapkan sambil edukasi ke masyarakat, mulai dari rumah itu agar di TPA Supit Urang ini tidak over, dari 500 ton per hari menjadi 300-400 ton," tandasnya.

Reporter: Surya/Rifky Edgar

(Temuan Timbunan Sampah Plastik dari Luar Negeri, Khofifah: Impor Boleh, Masalahnya Material Ikutanya)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved