Breaking News:

Pagu Tambahan Sistem Zonasi PPDB 2019 Diperuntukkan Peraih NUN Tinggi, Ini Respons Sekolah

Perpanjangan waktu sehari atau pagu tambahan pendaftaran PPDB untuk SMAN nampaknya lebih memberi atensi pada pemilik NUN tinggi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Melia Luthfi Husnika
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perpanjangan waktu sehari atau pagu tambahan pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk SMAN nampaknya lebih memberi atensi pada pemilik NUN tinggi, Jumat (21/6/2019).

Sehingga meski kalah dengan zonasi jarak rumah sekolah, jika NUN nya tinggi masih bisa masuk pemeringkatan sementara jalur NUN di SMAN yang ada.

"Ini nampak dari makin banyaknya kuota buat NUN," jelas Hariyanto, Kepala SMAN 2 Kota Malang pada suryamalang.com, Jumat (21/6/2019).

Ia menyebutkan untuk NUN di SMAN 2 mendapat pagu 125. Sebelumnya hanya 58 atau naik 67 orang. Sedang zonasi jarak hanya mendapat pagu 170. Dengan NUN tinggi maka mengambaikan masalah jarak.

Perjuangan Wali Murid Dapatkan SMPN di Sistem Zonasi PPDB, Kawal Dindik Berakhir Teriakkan Histeris

Guruh Salafi, Ketua Panitia PPDB SMAN 5 Kota Malang mengakui dinamisasi PPDB tahun ini. "Seperti pagu online sempat ditambah Kamis (20/6/2019).

Kemudian Jumat pagi turun lagi. Kemudian kembali ke pagu tambahan semula. Dan terakhir lebih mewadahi siswa-siswa NUN tinggi," kata Guruh ketika ditemui di aula sekolah. Dijelaskan itu merupakan kebijakan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

"Kami tahu perubahannya juga dengan melihat web PPDB. Semoga sudah tak berubah lagi," jelasnya. Ia menyatakan sampai membuat catatan-catatan kecil di kertas jika ada perubahan angka. Terakhir pagu online sebanyak 276 siswa. Terjadi kenaikkan untuk pagu NUN dari semula 65 menjadi 89 orang atau naik 24 orang. Sehingga yang masuk di peringkatan NUN lebih banyak lagi.

Nyaris Ricuh, Protes Pagu Tambahan PPDB SMP Negeri Wali Murid Geruduk Dindik Kota Surabaya

Dengan melihat kenaikkan pagu online, maka diperkirakan rombel per kelas naik antara 34-36 siswa. Padahal biasanya maksimal 32 siswa/kelas.

"Kelas-kelas di SMAN 5 ini kan kelas lama. Standarnya untuk SMP," jelasnya.

Memang di aturan, maksimal rombel bisa 36. "Tapi mungkin ya agak berdesakan sehingga tidak nyaman," jawabnya. Sedang dari sekolah pada awalnya mengajukan 32 siswa/rombel untuk 10 kelas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved