Buku Karya Tiga Santri Lamongan Kupas Indahnya Hidup di Pesantren

Tiga santri asal Kabupaten Lamongan Jawa membuktikannya membagikan pengalamannya melalui karya dalam sebuah buku berjudul Ada Binar di Pesantren.

Buku Karya Tiga Santri Lamongan Kupas Indahnya  Hidup di Pesantren
surya/Hanif Manshuri
Buku karya tiga santri dan kebersamaan hidup di ponpes. 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan fikiran, termasuk berbagi pengalaman.

Tiga santri asal Kabupaten Lamongan Jawa membuktikannya membagikan pengalamannya melalui karya dalam sebuah buku berjudul Ada Binar di Pesantren.

Ketiga pengarang buku ini masuk sebagai anak santri yang menimba ilmu di pondok pesantren.
Mereka adalah Bill Multazam Muhammad Ali (Zam-zam), Fernanda Damaruf, asal Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran dan Dinda Afiatik Mumtazam asal Solokuro Lamongan.

Zam-zam saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (22/6/2019) menuturkan, sebelum menuangkan karyanya, awalnya materi dalam buku tersebut hanyalah sebuah catatan harian yang terbilang sederhana oleh tiga pelajar yang kini baru lulus Sekolah Menangah Pertama (SMP) ini, tentang pengalaman mereka saat menimba ilmu di sebuah pesantren.

"Buku ini adalah kompilasi dari pengalaman kami selama 3 tahun mondok di Almunawarah Islamic Boarding School, di Diwek Jombang," katanya Tribunjatim.com.

Mulai dari suka duka kehidupan di pesantren, bagaimana membaca dan memahami tentang kitab kuning, hafalan Alquran, persahabatan dan beragam kehidupan di pesantren.

Wajah Lina Mantan Istri Sule Saat Makan Bareng Rizky Febian hingga Putri Delina, Penampilannya Beda?

Hambali Tolib ke Luar Negeri, Pelatih Persela Aji Santoso Akui Belum Dapat Sosok Pengganti Sepadan

6 Manfaat Konsumsi Nanas Muda Bagi Kesehatan, Tingkatkan Sistem Imun hingga Bantu Obati Pilek!

Kemudian baru termotivasi untuk menjadikan catatan tersebut menjadi sebuah buku setelah mereka merasa gelisah dengan dunia literasi yang kini lebih banyak diisi dengan buku-buku bertema percintaan dibandingkan buku bertema sosial-religi.

"Muncul keprihatinanlah," kata Zam - Zam Tribunjatim.com.

Ia melihat tidak banyak karya tulis remaja diterbitkan, yang melimpah adalah karya penulis dan pakar tentang remaja.

"Lagi - lagi karya yang ada berkutat soal cinta dan asmara," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved