Rumah Politik Jatim

Hanya Dapat 1 Kursi, PPP Lebih Pilih Cari Koalisi Daripada Cari Figur di Pilwali Surabaya 2020

Hanya Dapat 1 Kursi, PPP Lebih Pilih Cari Koalisi Daripada Cari Figur di Pilwali Surabaya 2020.

Hanya Dapat 1 Kursi, PPP Lebih Pilih Cari Koalisi Daripada Cari Figur di Pilwali Surabaya 2020
TribunJatim.com/Adeng Septi Irawan
Ketua DPW PPP Jatim, Musyafa Noer (baju putih) saat menerima silaturahim Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan DPW PKB Jatim di Gedung PPP Jatim, Jalan Raya Kendangsari, Surabaya, Jumat (16/6/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersikap realistis dalam pemilihan Wali Kota Surabaya (Pilwali) 2020 mendatang.

Hanya mendapat satu kursi berdasar hasil Pemilu 2019, PPP belum memikirkan kandidat yang akan diusung.

"Realistis saja. Sepertinya sulit (mencalonkan) kader sendiri di Surabaya. Kami lebih memilih berkoalisi," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim Musyafa Noer ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (23/6/2019).

Pernah Tantang Wali Kota Risma, Anak Buah Soekarwo Siap Ramaikan Pilwali Surabaya 2020

Didorong PKS untuk Maju di Pilwali, Ini Kata Ketua Muhammadiyah Surabaya

PKB Sebutkan Empat Nama Potensial yang Akan Ramaikan Pilwali Surabaya 2020, Ada Artis hingga Bupati

Oleh karenanya, dibandingkan memilih kandidat Calon Walikota, pihaknya akan memprioritaskan mencari rekan partai untuk diajak berkoalisi. "Pastinya, kami tak akan absen (di pilkada)," tegas Musyaffa' yang juga Ketua Fraksi PPP di DPRD Jatim ini.

Di Surabaya, PPP menjadi partai terakhir dari sepuluh partai yang lolos DPRD Surabaya berdasarkan pemilu 2019.

Dari 50 kursi yang diperebutkan, PPP baru mendapat satu kursi dengan perolehan suara mencapai 56.242 suara (3,84 persen).

Satu-satunya caleg terpilih PPP adalah Buchori Imron yang maju di dapil 2 Surabaya (Tambaksari, Semampir, Kenjeran, dan Pabean). Buchori juga merupakan Anggota DPRD Surabaya periode 2014 - 2019 dari dapil yang sama.

Dibandingkan hasil pemilu 2014, PPP mengalami penurunan pada pemilu 2019. Di 2014 silam, partai berlambang Ka'bah ini berhasil meloloskan tiga kadernya dari dua dapil di Surabaya.

Setali tiga uang dengan hasil di DPRD tingkat 2, hasil untuk DPRD Provinsi maupun DPR RI pun demikian. Partai yang kini dipimpin oleh PLT Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa ini gagal meloloskan satu pun calegnya.

Pada Pilwali Surabaya 2015 silam, PPP tak mendukung satu pun calon. Tidak hanya PPP, beberapa partai lain seperti PKB, PKS, Gerindra, Hanura, NasDem, hingga Golkar pun juga bersikap demikian.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved