Launching Tiga Buku Biografi Untuk Diwakafkan, Prof Mohammad Nuh Tandai Usia 60 Tahun

M Nuh, Mantan Menkominfo dan Mendikbud RI ini menuliskan perjalanan hidup dan karirnya semasa sebagai pejabat negara dalam buku Menguatkan Mata Rantai

Launching Tiga Buku Biografi Untuk Diwakafkan, Prof Mohammad Nuh Tandai Usia 60 Tahun
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Peringati momentum 60 tahun perjalanan hidupnya, Prof Mohammad Nuh menerbitkan tiga buku biografi dengan judul "Menguatkan Mata Rantai Terlemah". 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Prof Mohammad Nuh menuangkan setiap momentum perjalanan hidupnya di dalam tiga buku biografi yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke 60.

M Nuh, Mantan Menkominfo dan Mendikbud RI ini menuliskan perjalanan hidup dan karirnya semasa sebagai pejabat negara dalam buku berjudul "Menguatkan Mata Rantai Terlemah,".

Bagi Prof Mohammad Nuh, buku tersebut bagian dari gambaran perjalanannya memegang prinsip hidup yang turut mewarnai kebijakan-kebijakan dijalankannya saat menjadi pimpinan di sebuah instansi maupun Kabinet Indonesia Bersatu.

"Usia 60 tahun mau apa lagi, paling bagus melakukan kontemplasi devisit kebaikan. Sisa umur harus diperbanyak lagi berbuat kebaikan yang gennya besar dan langgeng," kata Prof Mohammad Nuh, Minggu (23/6/2019).

Di usianya ke 60, Nuh menekankan untuk terus mencari kebaikan-kebaikan dari berbagai kegiatan yang dipimpinnya di berbagai instansi pendidikan, keagamaan maupun lembaga sosial.

Pendaftaran SBMPTN 2019 Terakhir Senin 24 Juni 2019, Segera Daftar di pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id

Pasha Ungu dan Okie Agustina Kompak Hadiri Wisuda Sang Anak Meski Sudah Bercerai, Intip Potretnya!

Prof M Nuh Launching Tiga Buku di Surabaya

"Saya harus jauh lebih aktif lagi untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak sosial masyarakat lebih besar. Ibadah yang sifatnya personal ada faktor multifikasinya tapi kalah besar dengan sosial kemasyarakatan," kata Nuh.

Jabatannya sebagai pemimpin Badan Wakaf Indonesia maupun Dewan Pers, dimaknai Nuh sebagai bagian dari kegiatannya yang memiliki nilai-nilai dampak sosial untuk masyarakat.

"Supaya nilai-nilai kebajikan dapat disalurkan. Saya mengajak kita semua new life style yaitu wakaf," kata dia.

"Kenapa saya mau di Dewan Pers? Saya ingin pemberitaan-pemberitaan di Indonesia ini supaya muaranya positif. Maka insyallah bangsa ini tumbuh dan amal kebajikan semua," kata Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya.

Prof Mohammad Nuh melaunching tiga buku berjudul Menguatkan Mata Rantai Terlemah, Menjangkau Yang Tidak Terjangkau Percikan Pemikiran dan Kebijakan untuk Kemaslahatan dan Usfuriyah untuk Zaman Kita.

"Hasil buku ini nanti kita wakafkan, cetakan pertama 1.000 eksemplar sudah habis. Nanti hasilnya masuk di wakaf," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved